fbpx
Connect with us

Sosial

Video ke Sekolah Bawa Sabit Viral, Bocah SMP Ini Dapat Perhatian Dari 2 Dinas

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Viralnya video G, siswa SMP N 5 Ngawen yang membawa sabit ke sekolah untuk meminta HPnya yang disita guru memang berdampak cukup luas terutama bagi bocah yang masih berusia 13 tahun tersebut. Berbagai hujatan dan bullyan memang cukup deras meluncur di dunia maya. Tak hanya dari kalangan netizen Gunungkidul saja, akan tetapi video ini juga viral hingga level nasional.

Dengan adanya hal ini, tentunya tekanan terhadap G memang sangat besar. Hal ini menjadi perhatian dari banyak pihak. Sejumlah instansi memberikan dukungan baik dalam bentuk moral maupun kebijakan untuk keberlangsungan masa depan dari G. Hingga saat ini, sudah ada 2 OPD yang memberikan perhatian terhadap G yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul dan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid menyatakan, berkaitan dengan kejadian ini, pihaknya telah memanggil kepala sekolah SMP N 5 Ngawen untuk dimintai keterangan. Pihaknya menilai, dalam kasus penyitaan hp ini, pihak sekolah murni menegakkan aturan yang ada di sekolah tersebut.

“Saya minta hal ini jadi pembelajaran para pihak. Dan kita meminta semua sekolah tetap tegas menegakkan tatib sekolah lantaran ini demi kemajuan sekolah,” ujar Bahron, Jumat (11/09/2019) sianng.

Berita Lainnya  Upsus Siwab Buntingi 20 Ribu Sapi Gunungkidul

Walau demikian, kepada pihak sekolah, Bahron telah memerintahkan agar ada sanksi lanjutan kepada siswa tersebut. Justru pihak dinas meminta jajaran SMP N 5 Ngawen untuk memberikan perhatian khusus kepada yang bersangkutan. Menurut Bahron, menjadi tanggung kalangan pendidik, untuk terus memperbaiki anak didik yang bermasalah.

“Sudah saya perintahkan untuk tidak boleh dikeluarkan atau ada sanksi lanjutan. Ini tantangan bagaimana pihak sekolah agar memperbaiki siswa yang belum baik tersebut,” tandas Bahron.

Dirinya meminta, kepada pihak sekolah untuk meningkatkan pendampingan terhadap para siswa. Menurutnya pendidikan karakter serta pendekatan psikologis mampu membentuk siswa tetap pada kondisi disiplin yang baik.

“Semua mata pelajaran, baik PKN, Bimbingan Konseling dan mata pelajaran yang lain harus selalu menggunakan pendekatan sehingga ada kedekatan dengan siswa dan siswa nantinya memahami dan taat terhadap aturan yang ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, setiap siswa di tingkat SD dan SMP di Gunungkidul ditegaskan Bahron wajib mentaati aturan yang ada di sekolah. Aturan sendiri dibuat demi kebaikan siswa untuk mencetak karakter siswa agar menjadi pribadi yang baik.

Berita Lainnya  Momen Lebaran, Pengelola Parkir Janji Tak Naikkan Tarif

“Tidak ada aturan yang menyiksa siswa, tatib dibuat untuk pendidikan kedisiplinan siswa,” terang Bahron.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), Rumi Hayati menambahkan, pihaknya turut memonitor adanya kasus yang melibatkan salah satu siswa di SMP N 5 Ngawen ini. Rumi sendiri menyatakan, pihaknya mempersiapkan diri untuk melakukan pendampingan terhadap anak tersebut.

“Kita menunggu arahan Disdikpora untuk pendampingan. Namun saat ini belum ada komunikasi terkait dengan hal itu. Dalam waktu dekat akan segera kita jalin lantaran tindakan dalam hal ini, lebih cepat lebih baik demi masa depan anak. Jangan sampai anak menjadi frustasi dan tertekan secara psikologis karena tekanan di dunia maya memang sangat besar,” pungkas Rumi.

Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler