Connect with us

Sosial

Video ke Sekolah Bawa Sabit Viral, Bocah SMP Ini Dapat Perhatian Dari 2 Dinas

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Viralnya video G, siswa SMP N 5 Ngawen yang membawa sabit ke sekolah untuk meminta HPnya yang disita guru memang berdampak cukup luas terutama bagi bocah yang masih berusia 13 tahun tersebut. Berbagai hujatan dan bullyan memang cukup deras meluncur di dunia maya. Tak hanya dari kalangan netizen Gunungkidul saja, akan tetapi video ini juga viral hingga level nasional.

Dengan adanya hal ini, tentunya tekanan terhadap G memang sangat besar. Hal ini menjadi perhatian dari banyak pihak. Sejumlah instansi memberikan dukungan baik dalam bentuk moral maupun kebijakan untuk keberlangsungan masa depan dari G. Hingga saat ini, sudah ada 2 OPD yang memberikan perhatian terhadap G yaitu Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul dan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul.

Berita Lainnya  Hari Jadi ke 194, Gunungkidul Night Carnival Jadi Momen Tingkatkan Ekonomi dan Eksistensi Kesenian

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rosyid menyatakan, berkaitan dengan kejadian ini, pihaknya telah memanggil kepala sekolah SMP N 5 Ngawen untuk dimintai keterangan. Pihaknya menilai, dalam kasus penyitaan hp ini, pihak sekolah murni menegakkan aturan yang ada di sekolah tersebut.

“Saya minta hal ini jadi pembelajaran para pihak. Dan kita meminta semua sekolah tetap tegas menegakkan tatib sekolah lantaran ini demi kemajuan sekolah,” ujar Bahron, Jumat (11/09/2019) sianng.

Walau demikian, kepada pihak sekolah, Bahron telah memerintahkan agar ada sanksi lanjutan kepada siswa tersebut. Justru pihak dinas meminta jajaran SMP N 5 Ngawen untuk memberikan perhatian khusus kepada yang bersangkutan. Menurut Bahron, menjadi tanggung kalangan pendidik, untuk terus memperbaiki anak didik yang bermasalah.

“Sudah saya perintahkan untuk tidak boleh dikeluarkan atau ada sanksi lanjutan. Ini tantangan bagaimana pihak sekolah agar memperbaiki siswa yang belum baik tersebut,” tandas Bahron.

Dirinya meminta, kepada pihak sekolah untuk meningkatkan pendampingan terhadap para siswa. Menurutnya pendidikan karakter serta pendekatan psikologis mampu membentuk siswa tetap pada kondisi disiplin yang baik.

Berita Lainnya  Berawal Dari Grup Musik Gereja, Kidung Etnosia Kini Sukses Rajai Panggung-panggung Besar

“Semua mata pelajaran, baik PKN, Bimbingan Konseling dan mata pelajaran yang lain harus selalu menggunakan pendekatan sehingga ada kedekatan dengan siswa dan siswa nantinya memahami dan taat terhadap aturan yang ada,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, setiap siswa di tingkat SD dan SMP di Gunungkidul ditegaskan Bahron wajib mentaati aturan yang ada di sekolah. Aturan sendiri dibuat demi kebaikan siswa untuk mencetak karakter siswa agar menjadi pribadi yang baik.

“Tidak ada aturan yang menyiksa siswa, tatib dibuat untuk pendidikan kedisiplinan siswa,” terang Bahron.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), Rumi Hayati menambahkan, pihaknya turut memonitor adanya kasus yang melibatkan salah satu siswa di SMP N 5 Ngawen ini. Rumi sendiri menyatakan, pihaknya mempersiapkan diri untuk melakukan pendampingan terhadap anak tersebut.

Berita Lainnya  Lanjutkan Revitalisasi, Bangsal Sewokoprojo Kembali Diguyur Anggaran Ratusan Juta

“Kita menunggu arahan Disdikpora untuk pendampingan. Namun saat ini belum ada komunikasi terkait dengan hal itu. Dalam waktu dekat akan segera kita jalin lantaran tindakan dalam hal ini, lebih cepat lebih baik demi masa depan anak. Jangan sampai anak menjadi frustasi dan tertekan secara psikologis karena tekanan di dunia maya memang sangat besar,” pungkas Rumi.

Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler