Sosial
Terapkan Sistem Mina Padi, Pulutan Impikan Jadi Penyedia Benih Ikan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Petani di wilayah Kalurahan Pulutan mulai mengembangkan pola pertanian sistem mina padi. Dimana, di sawah yang mereka olah saat ini turut ditabur benih ikan. Selain meningkatkan produktivitas padi, sistem ini dapat memberikan keuntungan yakni tambahan pemasukan dari penjualan ikan. Meski masih tahap uji coba, namun para petani yakin, nantinya Pulutan akan menjadi penyedia bibit ikan.
Salah seorang anggota kelompok Mina Mandiri, Suhono mengatakan, lahan sawah yang berada di wilayah Pulutan ini mulai menerapkan sistem mina padi sejak 6 bulan yang lalu. Di lahan seluas dua hektar ini para petani mulai merasakan dampak positif penerapan sistem mina padi.
“Sudah 6 bulan, musim tanam ke 3 sudah dua kali panen, hasil padinya lumanyan meningkat. Belum lagi ikannya, disini banyak yang mulai berkembang biak,” kata Suhono.
Adapun untuk ikan sendiri telah mengalami masa panen sebanyak 1 kali. Tentunya mereka mendapat keuntungan cukup besar dari hasil ikan tersebut.
“Sudah dipilih yang besar untuk konsumsi. Tapi kedepan memang target kami bukan untuk konsumsi tapi penyedia benih ikan nila khususnya,” ujar dia.

Saat ini ada sekitar 2 hektar lahan yang telah menerapkan sistem mina padi. Lahan tersebut merupakan lahan lungguh perangkat desa yang dikelola oleh kelompok. Namun saat ini karena didukung ketersediaan air, rencananya sistem pertanian mina padi akan dikembang luaskan.
“Disini ada sumur bor, jadi dialirkan ke sawah ini. Ada beberapa lahan milik pribadi yang juga sudah tertarik dengan sistem mina padi,” lanjut dia.
Ia menambahkan, dengan sistem mina padi ini memberikan banyak keuntungan. Sejumlah hama yang biasa menyerang padi berkurang. Menurutnya, hama serangga yang biasa berada di batang padi maupun daun banyak yang menjadi santapan ikan.
“Kalau untuk hama yang ada di tumbuhan padi berkurang sejak kita mulai sistem mina padi, contohnya saja wereng, sepertinya sudah tidak ada,” kata dia.
Kendati demikian, para petani terkendala adanya burung pipit yang menjadi hama ketika padi memasuki musim panen. Para petani bahkan harus menutup lahan mereka dengan jaring untuk mengurani serangan burung pipit.
“Kalau burung ini susah dikendalikan, kita harus mengusir kadang juga menutup dengan jaring,” ungkap dia.
Sementara itu, Lurah Pulutan Rusmiyanto mendukung penuh apa yang tengah dikembangkan oleh kelompok mina mandiri. Pihaknya akan memberikan dukungan demi kesejahteraan masyarakat di wilayah Pulutan.
“Kita akan dorong nanti akan diintregasikan dengan wisata lembah desa, bisa digunakan untuk wisata edukasi. Sebisa mungkin pihak kalurahan akan memberikan dukungan dengan penambahan fasilitas pendukung,” jelas dia.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk memetakan lokasi mana saja yang nantinya berpotensi untuk pengembangan mina padi. Selain itu, dinas juga akan didorong untuk melakukan pendampingan terhadap kelompok yang ada.
“Kita lihat potensi dari yang dipaparkan oleh kelompok tani ini cukup bagus. Tinggal bagaimana kita dalam melakukan pendampingan,” ucap Bupati.
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Uncategorized4 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Peristiwa2 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized2 minggu yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized3 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized6 hari yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized5 hari yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
