Connect with us

Advertorial

Terapkan Sistem Presensi Anyar Yang Lebih Canggih, Pemkab Gunungkidul Target Jaring PNS Nakal dan Malas

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara (ASN) seringkali menjadi cibiran masyarakat. Banyak ditemukannya para ASN yang berkeliaran di jam kerja membuat warga yang memberikan nilai minor terkait kedisiplinan mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Guna mengantisipasi hal semacam ini, Pemkab Gunungkidul membuat terobosan baru. Sistem presensi yang semula menggunakan system sidik jari maupun sensor retina mata akan diubah dengan system mobile presensi (Mobsi). Adanya pembaharuan sistem ini diharapkan nantinya bisa mempersempit ruang gerak ASN malas atau nakal sekaligus juga mendongkrak kinerja pelayanan. Pembaharuan sistem ini akan segera direalisasikan mengingat payung hukum terkait kebijakan tersebut sudah turun yakni Perbup No 58 Tahun 2017.

Ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com saat acara sosialisasi mobile presensi bagi ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul di Ruang Rapat 1 Setda Gunungkidul Rabu (07/02/2018) siang tadi, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Sigit Purwanto menjamin nantinya aplikasi Mobsi ini merupakan salah satu cara monitoring yang paling efektif yang pernah ada. Berbeda dengan sistem presensi sebelumnya, sistem presensi dengan Mobsi tidak akan bisa dimanupulasi oleh pegawai. Nantinya ASN diwajibkan mengisi presensi dengan menggunakan aplikasi yang tertanam di smartphone. Dengan fitur yang support dengan GPS, maka bisa diketahui lokasi ASN ketika melakukan absen presensi.

Berita Lainnya  Terima Penghargaan dari APRESI, PT STS Kian Mantap Jadi Raja Property Gunungkidul

Adapun fitur yang terdapat pada aplikasi Mobsi adalah menu presensi regular dan kedinasan. PNS yang melakukan dinas luar,tetap diwajibkan melakukan presensi kedinasan. Melalui aplikasi ini, setiap pimpinan dapat langsung melakukan koreksi dan monitoring terhadap presensi yang dilakukan pegawainya. Seandainya ditemui kejanggalan, atasan berhak langsung membatalkan presensi tersebut.

“Entah di kantor atau sedang melakukan tugas kedinasan, ASN wajib mengisi daftar kehadiran. Sehingga jika yang bersangkutan tidak melakukan presensi atau di luar kantor nanti akan bisa dikorek lebih lanjut," terang Sigit.

Mobsi yang baru diterapkan di Kabupaten Gunungkidul ini disebut Sigit merupakan hasil dari evaluasi sistem absensi dengan sidik jari dan retina mata yang telah dilakukan sejak 2012. Ia mengakui bahwa sistem ini rawan dimanipulasi oleh para pegawai. Sejumlah kelemahan yang dimanfaatkan antara lain alat pemindai retina mata yang masih belum bisa dilaksanakan secara online. Pelaporan presensi sendiri dilakukan secara manual pada bulan berikutnya. Celah inilah yang sering dimanfaatkan ASN nakal untuk mengakalinya. Selama ini menurut Sigit, presensi pegawai memang menjadi masalah di Gunungkidul di mana banyak ASN melanggar ketentuan jam kerja.

Berita Lainnya  Makan Malam Penuh Nuansa Cinta di GK Steak & Resto Jadi Pilihan Muda Mudi Gunungkidul Rayakan Hari Valentine

“Padahal selama ini kita sudah sering mengambil langkah tegas. Pada Tahun 2014 ada 2 orang dipecat, 2015 dan 2016 masing-masing satu orang dipecat gara-gara tidak disiplin presensi,” urai dia.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Kabupatem Gununkidul, Drajad Ruswandono menegaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan banyaknya laporan perihal buruknya kedisplinan pegawai yang berimbas pada gangguan pelayanan terhadap masyarakat. Ia berharap dengan diberlakukannya sistem presensi yang baru ini, ASN di lingkungan Pemkab Gunungkidul bisa semakin disiplin dan kemudian secara maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Sistem mobile presensi harus dipahami secara komperhensif. PNS di lingkungan Pemkab Gunungkidul harus termotivasi dan harus mendukung dengan disiplin," tegas Drajad.

Berita Lainnya  Sediakan Hunian Bersubsidi, PT STS Kembangkan Amalia Regency di Jantung Kota

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata2 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler