Pemerintahan
Tingkat Kemiskinan Tinggi, Kalurahan Ini Masih Masuk Kategori Rawan Pangan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Setidaknya ada 8 kalurahan di kabupaten Gunungkidul tercatat masuk dalam kelompok kalurahan rentan pangan. Selain itu, juga masih terdapat 1 kalurahan dengan predikat rawan pangan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Partanian dan Pangan Gunungkidul bersama dengan lintas OPD berupaya untuk segera mengentaskan status tersebut. Program-program yang dapat menunjang ketahanan pangan sejak tahun 2020 lalu dilaksanakan oleh pemerintah dan diharapkan tahun 2022 mendatang dapat segera tuntas.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Fajar Ridwan mengungkapkan, berdasarkan survei Food Security Vulnerability Atlas (FSVA) yang dilakukan beberapa waktu lalu, dari 144 kalurahan di Gunungkidul, masih terdapat 8 kalurahan potensi rentan pangan dan 1 kalurahan rawan pangan.
Adapun data yang tercatat saat ini, sebagai kalurahan rentan pangan sendiri meliputi Songbanyu, Kalurahan Girisubo; Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo; Girisuko, Kapanewon Panggang; Melikan, Kapanewon Rongkop; Tepus, Kapanewon Tepus; Wonosari, Kapanewon Wonosari; Kepek, Kapanewon Saptosari; dan Dadapayu, Kapanewon Semanu.
“Untuk kalurahan (desa) rawan pangan sekarang tinggal 1 yaitu di Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari. Tingkat kemiskinan di wilayah ini yang menjadikan Tegalrejo masih termasuk desa rawan pangan,” kata Fajar Ridwan, Rabu (30/06/2021).
“Ini merupakan data tahun 2020 yang masih kami analisa, harapannya tahun ini Tegalrejo sudah tidak masuk kategori rawan pangan,”imbuhnya.

Menurutnya wilayah tersebut dikatakan rentan lantaran pemanfaatan pangan dengan indikator rasio jumlah rumah tangga tanpa air bersih terhadap jumlah rumah tangga. Artinya, apabila tidak tercover dari wilayah lain, maka akan terjadi permasalahan.
“Sehingga kerentanan pangan tidak hanya tugas dari Dinas Pertanian dan Pangan saja tetapi berbagai instansi. Tetapi jika dari wilayah lain bisa mencukupi, maka indikator itu akan tereliminasi,” paparnya.
Selain itu, indikator lainnya yakni, rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap kepadatan penduduk. Kemudian juga berkaitan dengan jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan.
“Didominasi dari akses pangan mulai dari tingkat kemiskinan kemudian sarana prasarana kesehatan yang masih kurang,” imbuh dia.
Pemerintah sendiri mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan kreatif dalam memanfaatkan potensi apa yang dimiliki. Misalnya mendorong ketahanan pangan di wilayah tersebut dengan beragam gmkegiatan pertanian, perkebunan dan hortikultura.
Dengan begitu ada aktifitas produksi tanaman pangan dan jenis lain. Jika sekiranya dapat dijual tentu bisa dijual untuk kebutuhan lainnya. Seperti contohnya pengembangan melon, kacang tanah, budidaya itik petelur, dan peternakan kambing. Pemanfaatan lahan pekarangan dan lainnya.
“Ketahanan pangan tentu sangat penting. Apalagi Gunungkidul sekarang ini sektor pertaniannya sedang melonjak,” jelasnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
