Connect with us

Pemerintahan

Pembangunan Talud Baron Terancam Mangkrak, Hingga Habis Kontrak Baru Selesai 31%

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tahun 2021 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan pembangunan talud di Pantai Baron. Pembangunan talud Pantai Baron ini menghabiskan anggaran mencapai 2,877 miliar rupiah. Anggaran yang digunakan adalah dana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperuntukan penanganan dampak bencana Siklon Cempaka pada tahun 2017 lalu.

Dalam perkembangannya, proyek penggarapan proyek sendiri sehingga sampai batas waktu kontrak, pembangunan talud tersebut baru 31 persen. Pihak BPBD Gunungkidul sendiri terus mendesak rekanan untuk menyelesaikan proses pembangunan. Dikhawatirkan, proyek ini mangkrak.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Handoko menuturkan, pembangunan talud ini sangat diperlukan Pantai Baron. Sebab talud yang dulunya ada rusak akibat bencana 2017 lalu. Tanpa talud, setiap terjadi gelombang tinggi, bagian pantai selalu terkikis hingga ambrol.

Berita Lainnya  Lakukan Perbaikan Daftar Pemilih, Bawaslu Fokus Data Penghuni Rutan Dan Masyarakat Disabilitas

Adanya sisa anggaran rehab dan rekon dari BNPB kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan talud tersebut. Proses lelang pekerjaan telah dilakukan dan pengerjaan talud ini menggunakan anggaran 2,877 miliar rupiah dengan masa pengerjaan 105 hari.

Namun sampai batas waktu 27 Juni lalu, ternyata pengerjaan oleh rekanan sangat mengecewakan. Menurut Handoko, bentuk bangunan talud bahkan belum terlihat. Jika dinilai, proggress pengerjaan bahkan baru 31 persen. Hal ini menjadi sebuah pekerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat, sehingga PPK meminta rekanan untuk melakukan penyelesaian pekerjaan dengan penambahan waktu.

“Setelah kami cek, pengerjaan sekarang baru 31 persen. Ini cukup parah, dan tentu ada potensi mangkrak. Makanya kita kejar rekanan untuk upaya penyelesaian pekerjaan,” ucap Handoko, Rabu (30/06/2021).

Ia menjelaskan, molornya pekerjaan ini disebabkan adanya permasalahan internal dari rekanan. Proyek pembangunan sendiri sempat mandheg selama 3 minggu. Di sisi lain, faktor alam juga mempengaruhi tidak selesainya pekerjaan tersebut.

Berita Lainnya  Diisolasi, 6 Anggota Keluarga Pasien Positif Corona Tak Diperbolehkan Keluar Rumah

“Gelombang tinggi terjadi 5 minggu terakhir, jadi ini sangat sulit pengerjaannya. Dalam sehari tidak bisa full kerja karena gelombang tinggi, belum lagi hujan yang belakangan turun. Ini juga salah satu faktor belum selesainya pekerjaan,” imbuh dia.

Tidak selesainya pekerjaan sampai batas kontrak, maka sesuai dengan Peraturan Presiden 16 tahun 2018 pasal 56, rekanan diberikan kesempatan untuk penyelesaian. Adapun batas penyelesaian maksimal 50 hari pengerjaan.

“Habis kontrak tanggal 27 Juni kemarin. Kemudian kesempatan penyelesaian pengerjaan ini mulai 28 Juni kemarin, dari rekanan kita minta ekstra pekerja dan alat. Karena pekerjaan ini harus benar-benar selesai,” papar Handoko.

“Karena baru 31 persen pengerjaan maka kami belum melakukan pembayaran. Sebab pada kesepakatan kontrak tertera, pembayaran dilakukan jika capaian pengerjaan 35 persen,” tutupnya.

Berita Lainnya  Sebaran SPPG Belum Merata, Masih Ada 7000 Pelajar Gunungkidul Yang Masih Belum Bisa Nikmati MBG

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis1 bulan yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler