Pemerintahan
Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakatnya, Desa Monggol Gencarkan Program Posyandu
Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sesuai dengan progam pemerintah pusat yang mendorong pemerintah desa untuk memunculkan inovasi desa dengan menggali potensi yang dimiliki. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sendiri mulai berbenah dan memberikan arahan pada 144 desa untuk melakukan inovasi yang nantinya dipercaya akan berdampak pada kesejahteran masyarakatnya. Rabu (10/07/2019) kemarin, pemerintah memberikan sertifikat penghargaan kepada pemerintah desa yang telah mulai merintis dan mengembangkan program inovasi desa.
Salah satu desa yang tengah gencar dalam mempersiapkan program inovasi desa adalah Desa Monggol, Kecamatan Saptosari. Berkaca pada kondisi masyarakat dan pentingnya kesehatan serta pengawasan, desa ini memilih inovasi dalam bidang Posyandu Terpadu yang akan diterapkan di tahun 2020 mendatang.
Kepala Desa Monggol melalui Kaur TU dan Umum, Yuniardi mengungkapkan, terdapat banyak pertimbangan yang dipikirkan oleh pemerintah desa hingga akhirnya lebih mengangkat program inovasi Posyandu Terpadu. Dengan kondisi masyarakat yang kesadaran kesehatannya mulai meningkat, maka perlu dilakukan pembinaan dan pemahaman yang lebih lagi. Sehingga kemudian kesehatan masyarakat akan membaik yang berdampak tegak lurus dengan kualitas kehidupan masyarakat Monggol.
“Kenapa memilih Posyandu Terpadu? Karena kesehatan untuk anak-anak dan lansia itu sangat penting. Di sini kan banyak, jadi kami ingin memberikan pelayanan yang lebih baik dan maksimal kembali” terang Yuniardi, Kamis (11/07/2019) siang.
Menurut dia, program Posyandu Terpadu ini juga berkaitan erat dengan nantinya akan dibangun rumah sakit di kawasan Saptosari. Dengan demikian, ada kesinambungan antara dibangunnya fasilitas tersebut dengan kesadaran dan pola atau perilaku yang diterapkan oleh masyarakat. Pemdes sendiri berkeinginan agar kesehatan masyarakat setempat jauh lebih baik, kemudian juga berdampak pada kualitas masing-masing individu.

Adapun di desa Monggol sendiri terdapat 9 Posyandu yang terus aktif memberikan pelayanan terhadap masyarakat setiap bulannya. Dalam pelaksanaannya, juga memperhatikan pemberian makanan tambahan sesuai dengan instruksi yang ada, agar pemberian gizi dapat terpenuhi.
“Kegiatan Posyandu di masing-masing padukuhan kami kan sudah aktif sejak dulu kemudian ingin kami optimalkan kembali agar lebih maju. Ini sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat,” ujar dia.
Lebih lanjut, program Inovasi Desa dengan mengangkat Posyandu Terpadu sendiri akan dioptimalkan pada tahun 2020 mendatang menggunakan dana desa sebesar 60 juta. Pasalnya program inovasi sendiri memang ada plot khusus untuk pemanfaatan dana desa sebagaimana yang dicita-citakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Desa Monggol sendiri dalam pemanfaatan dana desa masih memfokuskan untuk pembangunan baik jalan maupun infrastruktur lainnya. Kemudian diimbangi dengan pemberdayaan pemberdayaan masyarakat salah satunya memperhatikan kaum ibu-ibu dan anak-anak di desa tersebut.
“Untuk infrastruktur sendiri alhamdulillah sudah dibangun jalan usaha tani, talut, gedung pendidikan (PAUD) dan beberapa lainnya. Pemberdayaan sendiri juga tidak kita lupakan, karena agar masyarakat terdorong dan mampu mandiri,” tambahnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Sudjoko mengungkapkan jika beberapa waktu lalu Gunungkidul mendapatkan predikat juara satu atas dasar Inovasi Desa yang terus dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan desa. Pihaknya sendiri terus mendorong desa untuk lebih aktif dan menggali potensi yang dimiliki, dengan demikian diharapkan ada perbaikan kesejahteraan.
Dana desa yang diberikan oleh pemerintah pun juga diharapkan dioptimalkan pemanfaatannya agar dapat berjalan dengan baik. Seiring adanya program dana desa dan beberapa program lain, maka pembangunan disetiap desa yang sudah masuk dalam kategori maju, berkembang atau bahkan tertinggal dapat dilakukan dengan cepat.
“Kami juga cukup mengapresiasi kesadaran dan semangat pemdes dalam memunculkan inovasi desa. Ini terus kami lakukan pembinaan agar lebih optimal kembali,” tutur Sudjoko.
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa1 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Uncategorized3 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Peristiwa2 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized2 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan2 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa2 minggu yang laluLaka Maut di Semanu, Pembonceng Tewas Tersambar Truk
-
Uncategorized2 hari yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Hukum2 minggu yang laluTagih Utang Rp350 Ribu Berbuntut Panjang, Polisi Amankan 5 Orang dan 2 Sajam
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
