Pemerintahan
Buka Lapak di Bahu Jalan dan Trotoar, Sejumlah PKL di Kota Wonosari Akan Ditertibkan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana melakukan penertiban terhadap sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima yang masih nekat berjualan di badan jalan atau di trotoar di sekitar Kota Wonosari. Para PKL tersebut dinilai telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Penertiban sendiri akan dilakukan sekaligus untuk menjaga keindahan kota.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Virgilio Soriano mengatakan, dari pantauan pihaknya sampai saat ini masih ditemukan sejumlah PKL yang nekat berjualan di area terlarang. Pihak dinas sendiri saat ini telah melakukan pendataan terkait hal tersebut.
“Kalau data (titik lokasi PKL yang berjualan bukan di tempatnya) sudah kita miliki,” kata Virgilio, Jumat (14/06/2019).
Sementara itu, Kepala Disperindag, Johan Eko Sudarto menambahkan, sebenarnya larangan untuk para PKL yang berjualan di bahu jalan sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). Sehingga seyogyanya PKL tidak berada di kawasan terlarang itu.
“Idealnya seperti itu (tidak berjualan di trotoar dan bahu jalan). Karena berjualan di trotoar dan badan jalan tidak diperkenankan dalam Perda Nomor 13 Tahun 2015 yang mengatur tentang itu,” kata dia.

Namun demikian, untuk penertiban sendiri tidak bisa dilakukan oleh Disperindag. Maka dari itu, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gunungkidul terkait rencana langkah penertiban itu.
“Untuk penertiban PKL kita akan koordinasikan dengan Satpol PP. Karena yang mempunyai tugas penegakkan Perda di mereka,” imbuh dia.
Terpisah, Kabid Transtib Satpol PP Gunungkidul, Sri Yudo ketika dikonfirmasi membenarkan adanya wacana penertiban itu. Namun begitu dirinya enggan menunjuk lokasi mana saja yang akan menjadi sasaran petugas.
“Akan ada penertiban, tapi kita belum bisa sampaikan lokasinya,” singkat dia.
Sebagaimana diketahui, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir melakukan penertiban utamanya di kawasan Alun-alun Kota Wonosari. PKL yang semula berjualan di bahu jalan dan trotoar komplek Alun-alun kemudian sejak beberapa waktu lalu direlokasi di kawasan Taman Kuliner Wonosari.
Upaya itu dilakukan pemerintah selain untuk menegakan Perda juga untuk memperindah kawasan pusat kota. Tak hanya itu, kepindahan PKL dari bahu jalan juga memperlancar arus lalu lintas karena tidak adanya lapak maupun kendaraan yang parkir di bahu jalan.
Namun begitu, meski sudah dilakukan penertiban kini muncul lagi PKL yang nekat berjualan di bahu jalan dan trotoar. Mereka menyediakan lapak yang dapat dibongkar pasang untuk menjajakan dagangannya. Akan tetapi tak sedikit pula yang meninggalkan gerobak atau tenda mereka di bahu jalan setiap harinya.
“Kalau dari saya sendiri sebagai warga masyarakat menilai ada plus minusnya. Plusnya bisa mampir jajan ketika dalam perjalanan. Minusnya menganggu para pejalan kaki, karena trotoar merupakan hak pejalan kaki,” kata salah seorang warga Wonosari, Novita.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
