fbpx
Connect with us

Sosial

Totalitas Bohe Untuk Jadi Drummer Papan Atas Indonesia, Rela Tinggalkan Sekolah Formal Demi Tekuni Musik

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Nama Bohemian Renaissance (14) tentu tak asing lagi bagi kalangan musisi, terutama drummer. Tak hanya terkenal di Gunungkidul maupun DI Yogyakarta, nama drummer remaja ini memang telah moncer di level nasional hingga internasional. Segudang prestasi telah berhasil diukir oleh Bohemian. Saat ini, akun Youtubenya bahkan telah memiliki dengan jumlah subscriber 87 ribu dan follower instagram 21,7 ribu yang membuktikan eksistensinya di jagat musik.

Tahun 2018 lalu, Bohe, panggilan akrabnya, bahkan sempat meraih Grand Champion Drum of Global Singapur. Tentu saat itu di usianya yang masih belia, capaian ini menjadi suatu prestasi yang sangat membanggakan. Di mana ia berhasil menyingkirkan drummer-drummer berbakat dari berbagai negara. Tidak hanya itu, banyak sekali perstasi yang dikantonginya. Mulai dari prestasi Regional hingga Internasional. Muda, berbakat dan berprestasi tiga kata yang bisa dirangkai untuk seorang Bohemian.

Remaja yang lahir di Kota Yogyakarta, pada tanggal 7 September 2007 merupakan anak pertama dari pasangan Sidiq Sapto Purnomo dan Dyah Tri Murti, warga Karangrejek, Wonosari. Dengan prestasinya, Bohe tidak hanya mengharumkan nama orang tuanya, Bohe juga telah membawa nama baik Gunungkidul.

“Anak kami memang mengenal drum sejak umur dua tahun. Dari awal saya memang memiliki hobi bermain musik dan menurun ke anak saya,” kata Sidiq, Minggu (17/10/2021).

Pada awal proses latihan drum, Bohe dilatih langsung oleh ayahnya. Namun kemudian, untuk semakin mengasah bakatnya, akhirnya Bohe mendapatkan les privat drum. Alhasil, dengan bakat besarnya kemampuannya pun semakin meningkat.

Menurut Sidiq, meski pendiam, Bohe sendiri memang sangat tekun dan juga ambisius. Bahkan, di bangku SMP ini, ia memilih untuk meninggalkan pendidikan mainstream dan menjalani metode home schooling. Hal ini dilakukan agar ia bisa semakin fokus dalam mengasah kemampuannya.

“Anak ini memang saat awal masuk SMP maunya fokus bermain musik dulu. Dia ingin jadi drummer papan atas Indonesia,” jelas dia.

Kepada pidjar.com, Bohe memaparkan, keputusannya untuk menempuh sistem pendidikan home schooling mendapatkan dukungan dari orang tua. Selama ini, ia memang sangat beruntung lantaran memiliki orang tua yang mendukung penuh karirnya. Walau saat ini Bohemian belajar home schooling, rencana ke depan ia akan melanjutkan sekolah formal di bangku SMA.

“Jadi SMP ini mau fokus bermain musik dulu, nanti di SMA mau sekolah reguler biar juga punya teman,” kata Bohe.

Bohemian menceritakan, selama menekuni alat musik drum, telah ada sejumlah kompetisi yang berhasil dimenanginya. Di antaranya Best Talent Hammer Drum Competition 2017, Winner at Regional Competition 2017-2018, Grand Champion Drum Off Global Junior Category Singapore 2018, Second Place Tama Groove Session 2018 dan Endorsment Of Kyre Drums 2020. Bohe bahkan juga sempat mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan sejumlah musisi papan atas Indonesia.

“Harapan saya kepada para generasi muda untuk percaya diri dan semangat berkarya,” pungkas Bohe.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler