Connect with us

Sosial

Fenomena Kulminasi Buat Cuaca Panas Menyengat, Terjadi Hingga Seminggu ke Depan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan cuaca sejak beberapa hari terakhir yang sangat panas dan tidak seperti biasanya. Hawa panas ini dirasakan sejak siang hingga malam hari.

Menanggapi berbagai keluhan masyarakat mengenai panasnya cuaca belakangan ini, Kepala Stasiun Klimatologi Sleman BMKG DIY, Reni Kraningtyas mengatakan, suhu panas ini terjadi lantaran sejak tanggal 12 Oktober 2021 lalu terjadi kulminasi. Yang artinya adalah adanya sebuah fenomena matahari yang tepat berada di beberapa posisi tertinggi di langit atau tegak lurus dengan lintang pengamat.

Kondisi semacam ini masih akan terjadi hingga seminggu ke depan. Di mana pada siang hingga malam suhu terasa panas, bahkan saat jam 11.00 sampai 13.00 suhu panas akan mencapai puncaknya.

Berita Lainnya  Bernostalgia Menikmati Permainan serta Makanan Tradisional Dalam Festival Dolanan Anak dan Jajanan Pasar

“Suhu udara naik sampai di 33 derajat celcius sedangkan kelembaban udara rendah berada di angka 40 sampai 50 persen,” kata Reni Kreningtyas, Sabtu (17/10/2021).

Reni menghimbau kepadamasyarakat yang tidak memiliki aktifitas terlalu banyak di luar rumah alangkah baiknya menggunakan pelindung surya untuk mengurangi sengatan matahari. Kemudian membawa membawa bekal minum bagi yang beraktifitas di luar ruangan untuk menghindari dehidrasi. Suhu panas dan gerah seperti ini memang cukup banyak membuat keringat keluar.

“Untuk informasi akan kami update terus. Masyarakat bisa melihat di situs dan media sosial milik BMKG,” tambah dia.

Kemudian untuk prakiraan gelombang laut sendiri tingginya berkisar 1,25 sampai 2,5 meter dan masuk dalam kategori sedang. Ia berharap situasi dan kondisi ini disikapi dengan baik oleh nelayan saat melakukan aktifitas melaut.

Berita Lainnya  Persiapan Vaksinasi Covid-19, Puluhan Petugas Medis Dapat Pelatihan

Sementara itu, salah seorang warga, Rama mengatakan beberapa hari terakhir memang cuaca saat siang hari terasa begitu panas sampai dengan malam hari. Ia bahkan sampai harus beberapa kali mandi dalam sehari untuk mensiasati gerahnya cuaca.

“Panas sekali. Sudah sore saja juga masih terang dan panas begitu pula malam hari juga panas,” kata dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler