Connect with us

Peristiwa

Tuduhan Teror, HP Milik Bocah 12 Tahun Disita Polisi

Diterbitkan

pada

Paliyan,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kegundahan tampak jelas di wajah Tri Haryati (45) warga Gerjo, Kalurahan Grogol, Paliyan. Ditemui pidajr.com pada Rabu (16/06/2021) pagi tadi, mata janda dua orang anak itu sesekali berkaca-kaca sembari menceritakan apa yang tengah dialami anaknya, SJ (12). Sang putri yang baru saja lulus SD ketakutan lantaran dituduh melakukan teror terhadap temannya. Bahkan, HP milik SJ sampai dengan saat ini masih disita oleh ayah temannya yang dikabarkan berprofesi sebagai polisi dengan dalih akan dilakukan pengecekan.

Diceritakan Tri, sejak beberapa waktu terakhir ini, sang putri memang mengalami trauma. Bahkan, SJ memaksa sang ibu yang bekerja di Jakarta untuk pulang dan menjemputnya. Selama ini, SJ memang tinggal di Paliyan diasuh oleh sang nenek.

Kepada sang anak, Tri sempat menanyakan duduk permasalahan yang terjadi hingga kemudian menjadi pelik seperti sekarang ini. Kala itu, sang anak sempat menjawab bahwa hal ini berawal dari salah seorang teman Sj bernama K, yang melapor kepada ayahnya lantaran mendapatkan teror di dunia maya. Adapun antara SJ dan K ini memang hanya berkenalan melalui dunia maya di platform whatsapp.

Berita Lainnya  Diduga Depresi Akibat Sakit dan Terjerat Hutang, Warga Banaran Menghilang

“Jumat lalu, rumah saya didatangi oleh Pak Ek yang kabarnya seorang polisi. saat itu di rumah cuma ada ibu saya, Sumarti (60) dan juga pakdenya, Supriyanto (49),” beber Tri, Rabu siang.

Saat itu, Ek menyebut bahwa ada sejumlah teror yang masuk ke akun media sosial milik putrinya. Ia menduga bahwa SJ lah yang menyebarkan kontak K di media sosial. Menurut Tri, Sumarti dan Supriyanto yang tak tahu menahu tentu kebingungan.

“Kami juga tidak tahu sampai sekarang teror yang diterima K itu seperti apa,” bebernya.

Tak berhenti sampai di situ, Ek kembali meminta Supriyanto untuk menemuinya di depan Balai Desa Gerjo. Kepada Supriyanto, Ek meminta untuk diambilkan HP milik SJ. Ek menyebut bahwa Hp tersebut akan dicek untuk mencari bukti-bukti teror yang menimpa anaknya.

Tanpa berpikir panjang lantaran tak mau ada masalah, Supriyanto kemudian pulang ke rumah untuk meminta HL milik SJ.

“Hapenya diserahkan, orangnya pamit mau ngecek, katanya ada empat hape lain yang disita untuk dicek,” jelas Tri.

Mendapatkan informasi anaknya sedang memiliki masalah dan bahkan samopai handphone anaknya disita polisi, sebagai ibu ia sedikit panik dan memutuskan untuk pulang kampung. Ia semakin panik lantaran saat sampai pada Minggu pagi silam, ia melihat anaknya sedikit ketakutan dan linglung.

Berita Lainnya  Bermain Air di Bawah Tebing, Bocah 9 Tahun Dihempas Ombak

“Ya gimana ya, biasanya megang handphone terus gak megang, kaya orang bingung saya kasian,” papar Tri.

Tri mengaku, memutuskan untuk membelikan anaknya handphone di usia anak-anak karena tuntutan belajar online. Selama ini, SJ dititipkan kepada neneknya karena memang tidak ingin ikut tinggal di Jakarta bersamanya. Tapi kemudian karena kasus ini, S memaksa untuk ikut pindah ke Jakarta.

“Jadi saya pulang ini hendak klarifikasi dan njemput anak sekalian,” terangnya.

Supriyanto, yang juga sempat berbincang dengab pidjar-com-525357.hostingersite.com mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia sempat menanyakan duduk permasalahan ini kepada S.

“Tapi SJ ini bilang kalau K sudah ganti nomor dan gak tau nomornya, saya agak bingung karena Pak Ek ini bilang anaknya diteror di nomor yang baru,” jelas Supri.

S sendiri mengaku, penyebaran kontak handphone ini merupakan permintaan K. Menurutnya, K sendiri ia kenal dari teman sepermainannya yang bernama A.

Berita Lainnya  Kekeringan Semakin Parah, Instansi Swasta dan Komunitas Ramai-ramai Salurkan Bantuan

“Saat itu saya memang broadcast K tapi tidak nyantumkan nomorkan handpone K, gak ada kontak saya yang minta nomor K ini juga atas permintaan K,” tukas S.

Keluarga S sendiri meminta handphone S segera dikembalikan. Tri mengaku tak akan memperpanjang permasalahan ini ke ranah hukum.

“Saya hanya ingin bertemu komunikasi dan hpnya dibalikin, tapi siang ini saya bersama S mau pulang ke Jakarta,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Saptosari AKP Awal Mursayanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Ek merupakan salah satu anggotanya. Namun berkaitan dengan adanya penyitaan HP milik SJ, Awal mengaku tak tahu menahu. Ia bahkan baru tahu perihal insiden dari postingan yang viral di media sosial.

Meski begitu, ia membenarkan adanya kasus teror yang menimpa anak salah satu anggotanya tersebut. Saat ini, kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Satreskrim Polres Gunungkidul.

“Sudah ada laporan ke Polres untuk kasus terornya ya,” tutup Awal.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler