fbpx
Connect with us

Sosial

Puluhan Warga Jalani Isolasi Mandiri, Tetangga Gotong Royong Carikan Bantuan

Published

on

Semanu,(pidjar.com)–Sebanyak 32 warga Padukuhan Mojo, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu saat ini tengah melaksanakan karantina mandiri. Karantina mandiri ini sebagai langkah antisipasi tertularnya corona dari warga setempat yang belakangan dinyatakan positif. Beruntungnya warga setempat cukup guyub. Mereka bergotong royong agar puluhan warga yang tengah isolasi mandiri tetap busa bangkit. Bahkan, untuk ketahanan pangan warga berinistif megambil barang dari pemilik toko dan dibayar setelah bantuan datang.

Tokoh masyarakat setempat, Rahmat Sujoko mengatakan, pada 10 Oktober lalu anak dari tetangganya yang tinggal di Bandung Jawa Barat pulang kampung. Dua hari berikutnya, tetangganya yang memang lansia ini jatuh sakit. Kala itu anak dari tetangganya sudah pulang.

“Warga sini banyak sekali yang tilik, menunggu saat sakit,” kata Joko, Sabtu (31/10/2020).

Kala itu pihak Puskesmas melakukan swab. Warga kaget karena pada 28 Oktober, tetangganya dinyatakan positif. Padahal puluhan warga yang terlibat kontak langsung tersebut berasal dari RT 02 dan 03.

“Kemarin ada 7 warga yang diambil swab hasilmya masih menunggu,” jelas.

Sementara 26 warga lainnya melaksanakan rapid. Hasilnya 3 dinyatakan reaktif. Warga setempat pun tetap melaksanakan antisipasi.

“Warga memang sempat resah, selama ini kami berusaha untuk melakukan protokol kesehatan sebagaimana mestinya tapi kok bisa kecolongan,” papar Joko.

Hingga saat ini, bantuan dari pemerintah belum datang. Hal inilah yang membuatnya dengan warga lainnya kalang kabut. Bermodalkan kas RT yang tidak seberapa, ia bersama warga harus putar otak.

“Kebutuhan masker, handsanitizer harus kita pikirkan tapi di sisi lain anggaran memang minim,” ucap dia.

Ia lantas nekar meminta bantuan kesana kemari. Beruntung Sabtu siang ini ada sejumlah relawan datang untuk memberi bantuan masker dan handsanitizer.

“Pemerintah Kabupaten belum ngaruhke, padahal kami cukup resah, bingung mesti bagaimana,” kata Joko.

Untuk kebutuhan pangan, warga sedikit keteteran. Warga bertekad, sebanyak 32 warga tersebut harus terjamin pangannya selama menjalani isolasi mandiri.

“Kami berusaha untuk mencarikan mie instan dan telur untuk lauk pauk warga yang menjalani isolasi,” ujarnya.

Adapun lauk pauk sendiri, warga ambilkan dari toko terdekat. Meskipun bisa dibilang hutang, namun langkah ini dianggap menjadi solusi sementara warga untuk saling bekerja sama dalam keterbatasan.

“Ya bagaimana ini demi kebaikan,” imbuh dia.

Sementara itu Carik Dadapayu, Prihantara mengatakan untuk saat ini posko difokuskan di balai kalurahan. Pihaknya tengah berusaha mengajukan bantuan kepada Dinas Sosial Gunungkidul.

“Dukuh diminta untuk komunikasi dengan Dinas Sosial mendata siapa saja yang sedang isolasi,” tandas Prihantara.

Ia memaparkan, sejauh ini warga yang menjalani isoasi mandiri juga mendapatkan subsidi Rp. 200.000,- dari dana desa.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler