fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Waspada, 2 Bulan Terakhir Kasus DBD di Gunungkidul Tembus 280 Penderita, 2 Meninggal Dunia

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menghimbau masyarakat untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebagaimana data di dinas, dua bulan terakhir telah ditemukan ditemukan ratusan kasus DBD di Gunungkidul, 2 penderitanya bahkan mebinggal dunia.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari puskesmas dan rumah sakit, di bulan Januari sampai akhir Februari ini tercatat ada 280 kasus demam berdarah ditemukan di Gunungkidul. Dari jumlah ini, ada 2 penderita yang meninggal dunia meski telah mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

Usai mendapat informasi terkait dengan kejadian ini, Puskesmas dan dinas Kesehatan kemudian turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan melakukan tindakan sesuai dengan SOP yang berlaku.

Berita Lainnya  Kasus Terus Meningkat, Sejumlah Pejabat Pemkab Gunungkidul Meninggal Akibat Covid19

“Benar ada 2 penderita yang meninggal dunia karena DBD. Kalau untuk penderita ini umum, semua usia ada,” ucap Dewi Irawaty, Kamis (29/02/2024) saat dikonfirmasi.

Adapun dengan meningkatnya kasus DBD pihaknya akan segera melakukan penyuluhan ke warga sekitar terkait dengan bahaya DBD hingga upaya pencegahan. Kemudian dilakukan fogging atau pengasapan di titik-titik tertentu, upaya ini dilakikan terakhir karena akibat penggunaan tidak tepat menyebabkan nyamuk kebal insektisida. Di beberapa lokasi menurut Dewi sudah ada nyamuk yang kebal terhadap insktisida, sehingga memerlukan insektisida terbaru.

“Kami himbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, berkaitan dengan kasus DBD 2 bulan ini meningkat drastis dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selamat 2023 lalu ada 260 DBD dengan angka kematian 2 penderita.

Berita Lainnya  Indogrosir Jadi Klaster Covid19 Besar di DIY, Dinas Wacanakan Pembatasan Operasional Swalayan di Gunungkidul

Kepala RSUD Wonosari Heru Susilowati mengatakan, sampai Selasa (27/2/2024) RSUD Wonosari merawat 10 orang pasien DBD. Angka kasus DBD ini terus meningkat sejak beberapa hari terakhir. Bahkan bangsal perawatan anak pun selalu penuh.

“Rerata anak-anak untuk yang dirawat di RSUD ini,” ucap Heru.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler