Pemerintahan
Waspada Bahaya Hepatitis Serang Anak, Alhamdulillah Gunungkidul Nihil
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum adanya kasus hepatitis akut masuk ke Gunungkidul. Munculnya penyakit hepatitis akut belakangan ini menjadi perhatian serius di tingkat global maupun nasional lantaran telah menyebabkan beberapa anak-anak meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, menyampaikan pihaknya masih menunggu penelitian dari WHO dan pemerintah pusat terkait penyebab dan akibat yang ditimbulkan dari infeksi hepatitis akut. Dalam kasus yang terjadi, ia menerangkan jika hepatitis akut lebih banyak menyerang anak-anak usia 0 hingga 16 tahun. Namun tak menutup kemungkinan usia diatasnya dapat terinfeksi juga lantaran masih tergolong penyakit baru dan sedang dilakukan pendalaman.
“Sampai saat ini memang yang ditemukan dibawah usia 16 tahun, kalau melihat hepatitis itu tidak membatasi usia dan siapapun bisa terinfeksi,” Dewi Irawaty.
“Kasus hepatitis akut ini penyebabnya masih tanda tanya ya, maksudnya jenis kumannya atau jenis virusnya. Untuk di Gunungkidul sampai saat ini belum ada laporan dari fasilitas kesehatan yang merawat orang dengan gejala hepatitis,” imbuh Dewi.
Ia menambahkan, beberapa gejala yang muncul seperti mata kuning, kulit kuning, mual, muntah, demam, serta air kencing pekat seperti teh. Pihaknya meminta petugas layanan kesehatan untuk melakukan penyuluhan terkait ketika ada gejala seperti itu agar masyarakat segera berobat. Ia tak menampik hepatitis akut ini bersifat ganas yang menyebabkan beberapa kasus meninggal dunia.

“Pastinya penularannya seperti apa juga belum tau, bisa jadi dari pernapasan atau saluran makan ya. Sehingga saran kepada kita itu perilaku PHBS dan protokol kesehatan,” ujar Dewi.
Sementara itu Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, mengatakan pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah memonitori potensi munculnya kasus hepatitis akut. Ia berharap agar kasus hepatitis akut tidak sampai masuk ke Gunungkidul.
“Memang kita sedang memonitor itu, di Gunungkidul belum ada. Saya sudah berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Gunungkidul, saya perintahkan untuk memonitor itu, mudah-mudahan tidak ada di Gunungkidul,” tutup Sunaryanta.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
