fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Ratusan Jamaah Haji Gunungkidul Akhirnya Berangkat Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Para calon haji dari Kabupaten Gunungkidul telah mendapat kepastian terkait dengan keberangkatan haji di tahun 2022 ini. Adapun kepastian tersebut meliputi jumlah kuota hingga jadwal keberangkatan. Informasi tersebut telah dibenarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Gunungkidul.

Kepala Kanwil Kemenag Gunungkidul, Sa’ban Nuroni mengatakan, pihaknya telah menerima informasi yang rinci dari pusat terkait dengan kegiatan haji tahun 2022 ini. Di mana Gunugkidul memiliki kuota sebanyak 190 jemaah yang akan berangkat tahun ini.

“Kloter pertama akan berangkat pada 4 Juni 2022,” Kata Sa’ban Nuroni, Kamis (12/05/2022).

Adapun menurut Sa’ban, kuota yang tersedia saat ini untuk diberangkatkan memang baru 48 persen dari kuota normal. Adanya pengurangan kuota keberangkatan tersebut dikarenakan Kemenag memang harus mengikuti peraturan pemerintah Arab Saudi. Adapun kuota haji keseluruhan tahun ini mencapai 1 juta jemaah, di mana 850 ribu orang berasal dari luar Arab Saudi. Indonesia sendiri mendapat kuota sebanyak 100.050 jemaah, kuota tersebut paling tinggi dibanding negara lain.

“Untuk DIY sendiri mendapat kuota sebanyak 1.437 jemaah, kemungkinan paling banyak dari Sleman dan Bantul,” terangnya.

Menurutnya, kuota haji Gunugkidul biasanya paling rendah se DIY bersama dengan Kabupaten Kulonprogo. Adapun pemberangkatan haji kali ini nantinya akan melalui Embarkasi Solo, Jawa Tengah. Lantaran kuota yang terbatas, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi jemaah. Diantaranya diprioritaskan bagi mereka yang telah membayar lunas, jadwal keberangkatannya sesuai, serta umur maksimal 65 tahun.

“Untuk yang di atas 65 tahun dikenakan penundaan, dengan pertimbangan kesehatan, hal tersebut menjadi pertimbangan karena mengingat masih ada potensi penularan Covid-19,” imbuh dia.

Kepala Saksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Gunungkidul,Taufik Ahmad Sholeh menambahkan, sejauh ini sudah ada 10 jemaah yang mengundurkan diri. Adapun mereka merupakan jemaah yang seharusnya ikut kuota 190 yang berangkat tahun ini.

Berita Lainnya  Kembali Terjadi, Sapi Lemusine di Grogol Ditemukan Mati Mendadak

Beberapa faktor menjadi alasan pengunduran diri serti sakit, sedang hamil hingga usia di atas 65 tahun. Namun bukan berarti keberangkatan mereka dibatalkan. Pengunduran diri tersebut tidak membuat kuota haji Gunugkidul berkurang. Selama uang pendaftaran tidak diambil, maka hak berangkat tidak hilang, namun hanya ditunda.

“Jatah 10 jamaah yang mengundurkan diri akan diberikan kepada mereka yang masuk dalam daftar antrean teratas,” kata Taufik.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler