Sosial
Di tengah Keterbatasan Fisik, Tangan Dingin Ayu Mampu Ciptakan Karya Seni Bernilai Jual
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–
Ditemui di rumah sederhana berdinding anyaman bambu dan berlantai batu, Ayu sapaan akrab Rofitasari Rahayu, sedang berada di dalam kamarnya. Di dinding ruang tamu sederhana berjejer puluhan wayang sodo atau lidi dalam bahasa Indonesia berbagai ukuran. Selain itu beberapa lukisan pemandangan, candi Prambanan, hingga lukisan kaligrafi hasil tangan Ayu. Dua tahun terakhir Ayu memang menekuni pembuatan wayang sodo dan melukis.
“Anaknya tuna rungu dan tuna wicara,” kata ibu Ayu, Ngadinem, Kamis (15/08/2019).
Saat itu pula, tangan dingin Ayu mulai mengambil batang lidi. Dengan cekatan dirinya kemudian merakit lidi tersebut menjadi wayang berukuran 14 centimeter. Jari-jari lentiknya terlihat cukup fasih dalam menganyam. Untuk membuat wayang sodo atau lidi ini sendiri membutuhkan kecermatan yan focus yang tinggi, nmaun perempuan ini mampu menunjukkan dengan segala keterbatasan yang ia miliki suatu hal tetap dapat diproduksi dengan baik.
Setiap hari dirinya mampu membuat 4 sampai 5 wayang sodo. Tak butuh waktu yang begitu lama memang dalam pembuatan wayang ini, sehingga Ayu mampu membuat beberapa wayang dalam satu harinnya. Hasil tangan dingin karyanya dijual dengan harga cukup bervariasi tergantung dari ukurannya dan tingkat kerumitan.

Untuk yang paling kecil seharga Rp 50.000, dan terbesar sekitar 30 centimeter seharga Rp 100.000. Pemasukan yang tak tentu itu sangat disyukuri karena dapat membantu ekonomi keluarga. Ternyata pemesanan hasil karya Ayu sendiri tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal. Debebrapa waktu terakhir guntuk pemesanan sendiri ada yang berasal dari luar daerah.
“Baru sekitar 3 bulan terakhir ini, ada pesananan permintaan wayang sodo dari toko souvenir di Kabupaten Bantul,” tambahnya.
Ayu sendiri dulunya tidak tamat SD, ia putus sekolah saat masih duduk di bangku kelas 3 SD di SLB Bintaran, Kota Yogyakarta. Setelah gempa Yogyakarta tahun 2006, keluarga kecil ini memutuskan pulang ke kampung halaman, yakni di Padukuhan Grogol V, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo.
“Ayu itu tidak bisa menggunakan bahasa isyarat, hanya gerakan bibir. Kalau bagus jempol, jelek kelingking. Dia itu mengaku pusing jika harus menggunakan bahasa isyarat,” ujar Ngadiyem.
Bakat Ayu sendiri terasah sejak dua tahun lalu. Awalnya Ayu mendatangi rumah seorang tetangganya seorang pengrajin wayang kulit. Berbekal apa yang dilihatnya, perepmuan tersebut kemudian mencoba membuat wayang dari bahan kardus bekas di rumahnya. Tahap awal ia mulai dengan membuat sketsa wayang di lembar kardus bekas itu, barulah setelah jadi ia memotongnya dan di rangkai.
Tak disangka hasil karya pertamanya ini cukup bagus dan diapresiasi oleh tetangganya dari sebuah yayasan di desa. Dalam yayasan itu ada seorang pembuat wayang sodo yang juga berasal dari Desa Bejiharjo yang bernama Marsono. Oleh Marsono, Ayu terus diberikan pendampingan agar pembuatan wayang lidi lebih bagus.
Selain membuat wayang sodo, Ayu juga menggambar dan melukis. Dapat dilihat, di dinding rumahnya beberapa karya tangan mungilnya itu terpajang rapi. Hasil karyanya seperti lukisan Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri, kemudian lukisan penari, pemandangan alam, hingga Candi Prambanan. Uniknya meski belum pernah melihat Candi Prambanan secara langsung,dirinya bisa melukis cukup bagus.
Bibi dari Ayu, Ngadinah, (42) berharap, dengan Ayu mulai bekerja, meski hasilnya belum seberapa kedepan bisa membantu ibunya meningkatkan perekonomian, dan menyekolahkan adiknya. ia menyadari Ayu memiliki keterbatasan fisik meski terlihat layaknya perempuan biasan, namun dibalik itu semua, Ayu memiliki potensi yang luar biasa. tidak sembarang orang sabar dan mau belajar membuat wayang sodo.
“Semoga menjadi berkah bagi keluarga, dan orang di sekitarnya,” katanya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
