fbpx
Connect with us

Sosial

Promosikan Produk Lokal, Industri Kecil Gunungkidul Akan Ikuti Pameran di Pasar Argosari

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Pembangunan Pasar Argosari beberapa waktu lalu bertujuan untuk menyediakan tempat bagi industri kecil menengah untuk mempromosikan produk mereka di masyarakat umum. Selain itu juga memberikan ruang bagi masarakat untuk lebih nyaman jika hendak bersantai layaknya di taman kuliner. Sesuai dengan fungsi dari pasar Argosari yang berada di lantai atas,  Koperasi Wirausaha Mandiri Gunungkidu bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan menggelar pameran lokal baikolahan makanan ataupun produk lainnya.

Sabtu (24/08/2019) mendatang Koperasi Wirausaha Mandiri Gunungkidul (WMG)  akan  menggelar pameran di lantai atas Pasar Argosari. Rencananya pameran sendiri akan digelar selama satu bulan lamanya dengan. Sedikitnya ada 60 Industri Kecil Menengah (IKM) yang akan meramaikan pameran ini, sejumlah produk lokal dari masyarakat yang memiliki nilai jual, kreatifitas dan bermanfaat akan turut dipamerkan.

“Ini sebagai langkah kami dalam mengenalkan atau mempromosikan produk dari kelompok masyaraka. Selama ini menurut saya masih belum tersedianya tempat untuk mempromosikan produk sehingga hasil tangan dari Gunungkidul masih belum begitu dikenal oleh masyarakat lokal maupun dari luar,” ujar Ketua Umum Koperasi WMG, Joni Gunawan kepada pidjar.com, Rabu (21/08/2019).

Menurut Joni, IKM di Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi tiga jenis, yakni craft kerajinan, kuliner dan olahan. Bedasarkan pengamatan yang ia lakukan, ada lebih dari 60 IKM yang selama ini belum pernah mendapatkan ases pengenalan produk. Padahal jika dilihat dari segi inovasi dan beberapa hal lainnya juga tidak kalah dengan mereka yang telah terfasilitasi dan mulai mengembangkan sayap.

Berita Lainnya  Idul Adha di Jeruksari, Potret Kerukunan Warga di Tengah Perbedaan

“Ada beberapa dari kami yang belum pernah merasakan ikut dalam pameran. Untuk pemasaran produk hanya mandiri dan ala kadarnya. Kebetulan sekarang ada ruang di lantai atas Pasar Argosari yang belum difungsikan secara optimal maka kami berinisiatif untuk memanfaatkannya sementara waktu,” papar dia.

Prosedur dalam pameran yang ia inisiatifkan itu nantinya setiap IKM diberi waktu satu minggu untuk display. Selama empat minggu nanti diharapkan akan mengamodir seluruh IKM yang belum dikenal masyarakat.

” Paling tidak biar masyarakat luas mengenal keberadaan IKM tersebut, untuk transaksi kan nanti setelah pameran kapanpun bisa terjadi,” jelas Joni. 

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini pemerintah belum bisa memberikan ruang lebih bagi para pelaku usaha kecil. Padahal di sisi lain, dengan tingginya minat wisata di Kabupaten Gunungkidul seharusnya bisa menjadi peluang usaha bagi pelaku IKM yang memang menonjolkan sisi kreatifitas sebagai ciri khasnya. Tentu saja apabila dikelola dengan baik, para pelaku IKM akan memunculkan produk yang dapat dijadikan wisatawan sebagai buah tangan khas dari Kabupaten Gunungkidul.

Berita Lainnya  Komunitas Pecinta Ayam Aduan Ini Larang Keras Anggotanya Jadikan Sabung Ayam Sebagai Ajang Judi

“Kami sebetulnya kurang ruang saja untuk memperkenalkan produk kami,” kata Joni. 

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gunungkidul, Johan Eko Sudarto mengapresiasi langkah Koperasi WMG dalam  memberikan fasilitas bagi pelaku IKM untuk mengenalkan prdoduknya. Menurutnya kegiatan ini tentu memberikan ruang pamer bagi pelaku IKM untuk mempromosikan produknya.

“Memang kami masih dalam proses mencari alternatif lokasi untuk membuat ruang pamer bagi produk IKM jika memungkinkan juga bekerjasama denhan OPD lain untuk menyediakan tempat,” pungkasnya. 

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler