fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Keluarkan Surat Edaran, Dinas Himbau Petani Percepat Persiapan Lahan Pertanian

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul membuat surat edaran kepada kelompok tani terkait dengan persiapan musim tanam pertama dan seterusnya di tahun 2019/2020. Hal tersebut dilakukan agar para petani mulai melakukan persiapan lahan serta benih. Sehingga nanti ketika hujan tiba segala keperluan telah disiapkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengungkapkan, dalam surat edaran tersebut berisi diataranya terkait dengan pemberitahuan bahwa prediksi musim hujan akan dimulai pada bulan November 2019. Pihaknya menghimbau kepada para petani untuk melaksanakan percepatan pengolahan lahan dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (traktor) yang sudah ada di masyarakat. Sehingga nantinya jika hujan telah tiba maka lahan telah siap ditanami.

Berita Lainnya  Dilengkapi Kolam Renang, Rest Area Modern Semin Ditargetkan Selesai Dibangun Tahun Ini

“Kita juga menghimbau agar para petani mulai mempersiapkan benih unggul baik secara mandiri atau lewat bantuan pemerintah,” ujar Bambang, Sabtu (07/09/2019).

Ia menjelaskan khusus benih bantuan pemerintah dihimbau agar dalam distribusinya tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun. Menurutnya, bantuan benih tersebut dilakukan secara cuma-cuma alias gratis.

Disinggung mengenai ketersediaan pupuk, Bambang menegaskan bahwa masyarakat diminta untuk mulai melakukan penebusan pupuk bersubsidi. Hal tersebut bertujuan agar pendistribusian pupuk tersebut dapat berjalan lancar.

“Kalau tidak segera diambil nanti menumpuk. Kita juga minta kepada para petani untuk mempersiapkan gerakan tanam dan gerakan pengendalian hama penyakit tanaman apabila musim hujan telah tiba,” terangnya.

Untuk benih yang dibantukan pada petani dalam rangka musim tanam 2019/2020 DPP telah menyalurkan benih padi gogo varietas Ciherang sejumlah  12,5 ton untuk 500 ha. Kemudian benih padi inbrida 25 ton untuk 1000 ha; dan benih jagung hibrida 75 ton untuk 5000 ha.

Berita Lainnya  Kekhawatiran Pencemaran Pabrik Ayam Bisa Cabut Status Geopark Dianggap Berlebihan, Belum Ada Kajian Empiris

“Selain itu juga benih kompensasi puso kekeringan telah tersalur 67,4 ton benih padi untuk 2700 ha. Juga sudah disalurkan benih bantuan BPTP DIY dalam rangka desiminasi varitas unggul sebanyak 4,75 ton benih padi Inpari 30,” beber Bambang.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler