fbpx
Connect with us

Sosial

Sejumlah Sumber Air Mengalami Penyusutan Debit Air Akibat Disedot, Satu Ditutup

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kekeringan di Kabupaten Gunungkidul nampaknya semakin parah. Kelangkaan air tidak hanya dirasakan oleh masyarakat saja. Namun kini beberapa sumber air yang biasa disedot untuk dijual kembali mengalami penyusutan debit. Lantaran debit air yang rendah, bahkan satu diantaranya  harus ditutup.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki menjelaskan, kekeringan yang terjadi sejak bulan Mei 2019 lalu menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan jumlah debit air. Seperti yang terjadi di 3 lokasi sumber air yang selama ini diambil oleh BPBD untuk keperluan dropping.

“Praci (Pracimantoro, Wonogiri) sudah mulai berkurang; Ngembel, Karangtengah juga sudah berkurang. Untuk yang di Karangmojo bahkan saat ini sudah ditutup,” jelas Edy kepada pidjar.com, Selasa (08/10/2019).

Ia menjelaskan, dengan kondisi seperti ini, saat ini hanya sumber air yang berada di wilayah Wonosari saja yang masih dapat dimanfaatkan. Sehingga hal tersebut berdampak pada lamanya antrean pengambilan air.

Berita Lainnya  Diduga Diserang Hewan Liar, 4 Kambing di Playen Mati Penuh Luka

“Truk harus antre lebih lama dan berakibat pada panjangnya jam operasional, pada awal musim kemarau dulu jam 8 pagi sampai jam 4 sore selesai, sekarang bisa lebih malam selesainya,” ucap dia.

Untuk mengatasi lamanya antrean, pihaknya kini terpaksa memanfaatkan sumber lainnya yang berada di wilayah Piyungan dan Parangtritis. Dua sumber tersebut diambil dan didistribusikan di 3 kecamatan di Gunungkidul.

“Untuk yang di Piyungan itu untuk Patuk dan Gedangsari, sedangkan yang di Parangtritis itu untuk Purwosari,” kata dia.

Ia mengatakan, kemarau sendiri diperkirakan masih akan terjadi hingga satu bula kedepan. Untuk itu, pihaknya masih akan terus melakukan upaya dropping air kepada masyarakat. Meski saat ini diketahui juga telah banyak bantuan dari pihak ketiga yang diberikan kepada masyarakat.

Berita Lainnya  Diklaim Hasilkan Data Lebih Akurat, BPS Akan Manfaatkan Gadget Warga Dalam Pendataan

“Perkiraan hujan baru akan turun awal sampai pertengahan November 2019 mendatang. Masyarakat saat ini masih membutuhkan dropping air,” pungkas dia.

 

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler