Peristiwa
Kekeringan Merambah 17 Kecamatan, Masyarakat Diminta Untuk Hemat Air
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Hujan yang tak kunjung turun hingga pertengaha. Oktober ini memperparah kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Saat ini kekeringan meluas hingga di 17 kecamatan dari total 18 kecamatan yang ada. Anggaran yang dimiliki pemerintah saat ini dirasa masih hingga beberapa hari ke depan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki menyampaikan, hingga pertengahan Oktober 2019 ini jumlah warga terdampak mencapai 130 an ribu yang tersebar di 16 kecamatan. Kecamatan yang baru terdampak kekeringan yakni Kecamatan Karangmojo.
“Kemarin terakhir masuk sebagian wilayah kecamatan Karangmojo,” katanya, Minggu (13/10/2019).
Ia menjelaskan, meski luas wilayah terdampak kekeringan bertambah, pemerintah belum menetapkan status darurat kekeringan. Menurutnya, anggaran yang dimiliki saat ini masih mencukupi. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya pihak ke tiga yang memberikan bentuan kepada masyarakat.
“Alokasi anggaran 2019 untuk droping air sebanyak Rp530 juta, yang digunakan untuk membeli air dan kebutuhan droping seperti bbm dan spare part mobil tangki. Statusnya belum meningkat karena masih memiliki stok bantuan dari pihak ke tiga, jadi belum ada peningkatan status,” terang dia.

Lebih lanjut dijelaskan, nantinya jika status kekeringan ditingkatkan pihaknya bisa mengakses anggaran belanja tak terduga dan bantuan pemerintah pusat. Namun demikian, dikarenakan armada yang dimiliki terbatas, maka pihaknya akan bertahan dengan anggaran yang melekat di BPBD.
“Nanti setelah dananya akan habis status darurat baru akan ditetapkan,” ucapnya.
Diperkirakan hujan di wilayah Gunungkidul dimulai November mendatang. Untuk itu pihaknya berharap masyarakat untuk menghemat air bersih.
“Untuk hujan diperkirakan Pertengahan November,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono mengaku berterima kasih atas bantuan pihak ketiga untuk mengatasi masalah krisis air . Meski demikian, pemkab tidak ingin terus-terusan bergantung terhadap bantuan.
“Kami terus berupaya melakukan pencarian sumber air baru. Di dalam pembahasan APBD Perubahan 2019, pemkab tidak mengalokasikan tambahan untuk droping di BPBD. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi masalah karena penambahan dana bisa memanfaatkan hasil efisiensi anggaran di OPD,” pungkas dia.
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal1 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa6 hari yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial5 hari yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan1 hari yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
