Pemerintahan
63 Kalurahan di Gunungkidul Berstatus Desa Mandiri
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Jumlah Kalurahan kategori desa mandiri di Gunungkidul terus meningkat. Tercatat dari 144 Kalurahan di Gunungkidul, sebanyak 63 diantaranya masuk dalam kategori desa mandiri.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan saat ini di Gunungkidul sudah tidak ada lagi kalurahan yang masuk dalam kategori desa tertinggal dan desa berkembang. Dikatakannya, dari 144 kalurahan di Gunungkidul sebanyak 63 kalurahan berstatus desa mandiri dan 81 kalurahan lainnya berstatus desa maju.
“Kategori desa maju setiap tahunnya meningkat, tahun 2021 lalu ada 42 kalurahan dan tahun 2022 kemarin bertambah menjadi 63 kalurahan,” ungkap Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Gunungkidul, Subiyantoro, Senin (14/08/2023).
Disebutnya proses verifikasi kategori kalurahan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat Kapanewon hingga nantinya diverifikasi oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.
“Kami sudah melakukan verifikasi dan sudah disetorkan ke Provinsi, nantinya keputusan final akan mendapatkan surat keputusan dari kementerian,” jelas Subiyantoro.
Lebih lanjut, ia menyampaikan jika kalurahan yang berstatus desa mandiri nantinya akan mendapatkan keuntungan yang sangat signifikan khususnya dalam hal pencairan dana desa. Ketika kalurahan berstatus desa maju, maka pencairan dana desa dapat lebih cepat karena hanya dua tahapan saja.
Sedangkan kalurahan berstatus desa maju masih harus melewati tiga tahapan. Menurutnya, keuntungan ini mampu bisa secepatnya membelanjakan dana desa tanpa harus menunggu pencairan tahap ketiga.
“Ini keuntungan yang signifikan, karena misalnya pencairan tiga tahap dan tahap yang terakhir itu mepet tahun ya jadi kendala tersendiri. Kalau sudah dua tahap kan lebih punya waktu untuk membelanjakan dana desa,” bebernya.
“Jadi memang status desa di Gunungkidul ini setiap tahun meningkat, kalau tidak keliru sejak tahun 2021 sudah tidak ada yang masuk kategori tertinggal ataupun berkembang,” pungkasnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized6 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized1 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
