fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Antisipasi Kelangkaan dan Kenaikan Harga Saat Hari Raya, Pemkab Tambah Kuota Gas Melon

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pada perayaan Hari Raya Lebaran 2018 ini, Pemkab Gunungkidul akan menambah kuota pasokan LPG 3 kilogram atau biasa disebut gas melon sebesar 10%. Diharapkan dengan adanya penambahan ini, bisa mencukupi permintaan warga masyarakat yang cenderung naik saat perayaan hari raya sehingga tak ada lagi kelangkaan.

Kasi Distribusi dan Perdagangan, Disperindagkop Gunungkidul, Sigit Hariyanto mengungkapkan, pada hari biasa, kuota yang diterima Kabupaten Gunungkidul sejumlah 12.000 tabung. Dengan penambahan kuota ini, nantinya diharapkan selain mengantisipasi kelangkaan, juga mencegah kenaikan harga di pasaran.

“Kita tambah 10% sekitar 1200 tabung,” kata Sigit, Kamis (24/05/2018) pagi.

Penambahan sendiri rencananya akan dilakukan pada pertengahan Ramadan 2018 ini. Saat ini, Disperindagkop Gunungkidul tengah menyusun surat pengajuan penambahan kuota yang nantinya akan segera dikirimkan ke Pertamina.

Disperindagkop pada masa hari raya ini akan terus menggencarkan pengawasan di kalangan pangkalan. Hal ini dilakukan guna mencegah perilaku nakal dari para oknum di pangkalan yang menjual gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya, HET gas melon saat ini masih normal yaitu Rp15.500 per tabung.

“Kita meminta warga masyarakat untuk melaporkan ke kami jika ada pangkalan nakal yang menjual di atas HET,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Kriswanto meminta agar pemerintah melakukan semua yang terbaik dalam rangka pengawasan terkait ketersedian maupun fluktuasi harga gas LPG 3 kilogram. Ia tidak ingin nantinya, masyarakat justru kesulitan untuk mendapatkan gas melon pada saat menjelang hari raya.

“Kalau sampai langka, pasti masyarakat terganggu ketika merayakan hari raya karena ini bisa dibilang termasuk salah satu kebutuhan pokok,” ucap Heri.

Heri mengapresiasi langkah Pemkab yang mengajukan penambahan kuota gas LPG 3 kilogram saat hari raya. Namun demikian, ia mengikatkan bahwa penambahan kuota berapapun nantinya tidak akan berguna apabila tidak diikuti dengan pengawasan yang baik. Justru nantinya penambahan kuota hanya akan menguntungkan oknum-oknum nakal dan tidak tepat sasaran ke masyarakat.

Secara pribadi dia tidak berseberangan dengan keputusan penambahan tersebut, sebab tahun lalu dari pihak Disperindag Gunungkidul mengakui jika memang ada kekurangan stok sehingga tahun ini perlu ada penambahan kuota.

“Yang perlu diperhatikan adalah perhitungan penambahan kuotanya agar tidak terjadi kesalahan,” beber dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler