Pemerintahan
Antisipasi Kelangkaan dan Kenaikan Harga Saat Hari Raya, Pemkab Tambah Kuota Gas Melon
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pada perayaan Hari Raya Lebaran 2018 ini, Pemkab Gunungkidul akan menambah kuota pasokan LPG 3 kilogram atau biasa disebut gas melon sebesar 10%. Diharapkan dengan adanya penambahan ini, bisa mencukupi permintaan warga masyarakat yang cenderung naik saat perayaan hari raya sehingga tak ada lagi kelangkaan.
Kasi Distribusi dan Perdagangan, Disperindagkop Gunungkidul, Sigit Hariyanto mengungkapkan, pada hari biasa, kuota yang diterima Kabupaten Gunungkidul sejumlah 12.000 tabung. Dengan penambahan kuota ini, nantinya diharapkan selain mengantisipasi kelangkaan, juga mencegah kenaikan harga di pasaran.
“Kita tambah 10% sekitar 1200 tabung,” kata Sigit, Kamis (24/05/2018) pagi.
Penambahan sendiri rencananya akan dilakukan pada pertengahan Ramadan 2018 ini. Saat ini, Disperindagkop Gunungkidul tengah menyusun surat pengajuan penambahan kuota yang nantinya akan segera dikirimkan ke Pertamina.
Disperindagkop pada masa hari raya ini akan terus menggencarkan pengawasan di kalangan pangkalan. Hal ini dilakukan guna mencegah perilaku nakal dari para oknum di pangkalan yang menjual gas melon di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya, HET gas melon saat ini masih normal yaitu Rp15.500 per tabung.

“Kita meminta warga masyarakat untuk melaporkan ke kami jika ada pangkalan nakal yang menjual di atas HET,” tandas dia.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Kriswanto meminta agar pemerintah melakukan semua yang terbaik dalam rangka pengawasan terkait ketersedian maupun fluktuasi harga gas LPG 3 kilogram. Ia tidak ingin nantinya, masyarakat justru kesulitan untuk mendapatkan gas melon pada saat menjelang hari raya.
“Kalau sampai langka, pasti masyarakat terganggu ketika merayakan hari raya karena ini bisa dibilang termasuk salah satu kebutuhan pokok,” ucap Heri.
Heri mengapresiasi langkah Pemkab yang mengajukan penambahan kuota gas LPG 3 kilogram saat hari raya. Namun demikian, ia mengikatkan bahwa penambahan kuota berapapun nantinya tidak akan berguna apabila tidak diikuti dengan pengawasan yang baik. Justru nantinya penambahan kuota hanya akan menguntungkan oknum-oknum nakal dan tidak tepat sasaran ke masyarakat.
Secara pribadi dia tidak berseberangan dengan keputusan penambahan tersebut, sebab tahun lalu dari pihak Disperindag Gunungkidul mengakui jika memang ada kekurangan stok sehingga tahun ini perlu ada penambahan kuota.
“Yang perlu diperhatikan adalah perhitungan penambahan kuotanya agar tidak terjadi kesalahan,” beber dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
