Pemerintahan
Gunungkidul Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menetapkan siaga darurat kekeringan. Pasalnya pada bulan Agustus sampai dengan September merupakan puncak kemarau. Upaya droping air yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul dan beberapa kapanewon terus dilakukan.
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan Surat Keputusan (SK) Bupati berkaitan dengan status siaga darurat kekeringan telah turun. Adapun berdasarkan pemetaan yang dilakukan baik dari pihak kalurahan, kapanewon maupun BPBD Gunungkidul, ada 14 kapanewon yang berpotensi terdampak kekeringan.
“Ada 14 kapanewon berpotensi kekeringan dengan jumlah lebih dari 100 ribu jiwa,” terang Sumadi, Senin (14/08/2023).
Ia menjelaskan, empat kapanewon yang dimungkinkan tidak akan terdampak kekeringan yakni di Kapanewon Wonosari, Playen, Karangmojo, dan Semin. Kendati demikian jika kemarau panjang bukan tidak mungkin bila dampak kekeringan akan semakin meluas layaknya beberapa tahun silam.
“Untuk wilayah aman sementara ini ada 4 kapanewon. Perkembangan di lapangan juga terus kami pantau,” paparnya.

Dalam kondisi ini, pihaknya meminta pemerintah kalurahan segera melakukan pemetaan kawasan yang kekurangan air bersih. Sehingga nantinya memudahkan pemerintah dalam penyaluran bantuan air bersih.
Sejak memasuki musim kemarau hingga saat ini, BPBD Gunungkidul telah melakukan droping air sebanyak 66 tangki di daerah-daerah yang telah mengusulkan droping. Jumlah ini memang masih sedikit, sebab di beberapa kapanewon memiliki anggaran sendiri untuk droping sehingga masih tercover dari masing-masing kapanewon.
“Baik dari BPBD Gunungkidul maupun kapanewon yang memiliki anggaran untuk droping saat ini masih terus berjalan penyaluran air bersih ke warga,” jelas Sumadi.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Kabupaten melalui BPBD menganggarkan Rp 230 juta rupiah untuk droping air pada tahun ini. Dimana jumlah anggaran ini mampu menyediakan 1000 tangki air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga Gunungkidul yang kesulitan air bersih karena kekeringan dan dampak kemarau.
-
Info Ringan7 hari yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa2 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan2 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Peristiwa4 minggu yang laluUang Pembangunan Masjid Al Uswah Senilai Rp 13 Juta Raib
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
