Pemerintahan
Suasana Haru Warnai Doa Bersama Warga Terdampak Ganti Rugi JJLS Desa Kemadang
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Suasana haru menyelimuti wajah warga Desa Kemadang yang terdampak ganti rugi tanah pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Dalam keadaan khusuk, mereka menggelar doa bersama demi mencapai keadilan terkait penolakan ganti rugi, Minggu (15/04/2018) sore. Suasana haru pun berubah menjadi tangis manakala mereka mengingat perlakuan tidak adil yang diterimanya.
Kuasa Hukum warga terdampak dari Nusantara Law Firm, Verry Okairawan mengatakan, doa bersama ini dilakukan dengan tujuan agar Tuhan membantu para warga dalam meminta hak atas biaya ganti rugi yang layak. Pasalnya, selama ini ganti rugi lahan yang nantinya akan dibangun JJLS Planjan-Tepus ini, diterima dengan jumlah yang sangat tidak layak lantaran jauh dari harga pasaran.
“Nilai ganti rugi untuk membeli tanah setengahnya saja saat ini nggak sampai. Bayangkan betapa kecilnya nilai ganti rugi yang dikasihkan. Itu yang membuat warga kecewa berat,” tuturnya.
Ditambahkan, proses ganti rugi lahan beberapa waktu lalu pun dianggap tidak transparan oleh warga karena tidak ada musyawarah tentang harga sebelumnya. Mereka tidak diberikan rincian dan dokumen terkait padahal masyarakat terdampak berhak mengetahui hal tersebut. Tentunya, dengan permasalahan itu, prosedur saat penilaian harga dinilai tidak sesuai dengan UU No 2 Tahun 2012.
“Sampai dengan saat ini kuasa hukum tidak diberi dokumen apapun yang menjadi hak warga masyarakat,” kata Verry.
Atas masalah ini, pihaknya telah menyampaikan keluhan yang dilayangkan kepada tim pengadaan yakni BPN Provinsi sebanyak dua kali. Namuan dari pihak BPN justru menyerahkan ke apprasial sehingga mereka saling lempar dan hanya bertanggung jawab kepada BPN.
“Saat ini warga hanya dihargai 50-100 ribu per meternya. Tapi beberapa masyarakat perangkat desa dihargai lebih dari 300 ribu,” ujarnya.
Setelah acara doa bersama yang digelar di salah satu rumah warga, Nardi warga Padukuhan Rejosari, Desa Kemadang, agenda dilanjutkan dengan melakukan gugatan keberatan besarnya nilai ganti rugi JJLS di Pengadilan Negeri Wonosari. Akan ada sebanyak 50 warga yang datang dengan didampingi oleh kuasa hukum mereka.
“Besok pagi kami akan ke PN Wonosari untuk mengajukan gugatan ganti rugi JJLS” jelas Verry.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
