Pendidikan
Kebijakan Anyar Sistem Zonasi PPDB, Kuota Jalur Prestasi Akan Ditambah
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Selain kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim juga menerapkan revisi terhadap sistem zonasi yang selama ini telah diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Meski tidak dihapuskan, namun ada perubahan yang nantinya akan diterapkan. Perubahan ini dinilai memiliki dampak positif dan menjawab berbagai keluhan para wali murid sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rosyid memaparkan, memang telah ada kebijakan baru dari Mendikbud terkait dengan PPDB. Menurut Bahron, ada beberapa perbedaan dalam kebijakan anyar ini dibandingkan dengan sebelumnya.
“Kebijakan zonasi masih akan diterapkan,” ungkap Bahron, Jumat (13/12/2019) siang.
Ia beberkan lebih lanjut, pada kebijakan sebelumnya, PPDB dengan menggunakan sistem zonasi memang hanya memperhitungkan jarak rumah siswa dengan sekolah, sementara jumlah nilai tidak diperhitungkan.
“Kalau yang dulu, untuk masuk menggunakan nilai adalah melalui jalur prestasi. Kuotanya pun juga dibatasi hanya sebesar 5 persen,” ucap dia, Jumat (13/12/2019).

Dalam kebijakan anyar ini, Mendikbud memberikan kewenangan kepada daerah untuk menerapkan kebijakan masing-masing. Seperti misalnya dalam penentuan kebijakan jarak rumah calon siswa baru. Jika pada tahun ajaran lalu bisa mencapai 80%, pada kebijakan anyar ini bisa dipangkas hingga hanya separuh. Daerah bisa menggunakan sisa kuota ini untuk jalur prestasi.
“Untuk jalur prestasi ini diserahkan daerah masing-masing, kuotanya maksimal 30 persen,” kata Bahron.
Ia berpendapat, dengan kebijakan baru ini diharapkan mampu mengurangi keresahan seperti yang terjadi pada PPDB tahun sebelumnya. Sehingga ke depan, pihaknya berharap seluruh calon siswa dapat bersaing dengan sehat dan tentunya tidak menimbulkan gejolak dibelakangnya.
Sementara itu, Anggota Komisi D, DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho berpendapat bahwa sistem yang dibangun saat ini terlihat seperti uji coba. Pasalnya, setiap menteri baru memberikan kebijakan yang selalu berubah-ubah.
“Di satu sisi kita ini tidak mau dijadikan kelinci percobaan, ganti menteri ganti kebijakan. Menteri A no zonasi, menteri B zonasi dan seterusnya. Saya termasuk yang tidak setuju zonasi,” kata dia
Namun begitu, dirinya merasa sependapat ketika ada sistem zonasi, setiap sekolah ditata agar memiliki standar pendidikan yang sama. Tak terkecuali dengan sarana dan prasarananya.
“Biarlah siswa berkembang sesuai bakatnya, pengen sekolah sesuai cita-cita dan semangatnya. Bukan semata-mata angka yang jadi tolok uku,” terang dia.
Ia menambahkan dengan adanya kebijakan baru ini diharapkan akan ada ruang bagi siswa prestasi. Selain itu juga ada ruang wilayah/jarak tempuh, ada ruang kosong yang diisi oleh siswa yang memang punya keinginan sekolah tertentu.
“Itu semua pendapat saya, saya bukan mewakili semua anggota DPRD lho tapi ini pendapat saya,” pungkas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluVaksin PMK Gunungkidul Tersisa 22.975 Dosis, Dikejar hingga Ternak Sasaran Terpenuhi
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluABK Asal Riau Meninggal Saat Melaut di Perairan Kawasan Sadeng
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
