Pendidikan
SPMB Gunungkidul Kini Wajibkan Alamat KK Sama dengan Rapor, Cegah Modus ‘KK Tempel’
Wonosari, (pidjar.com)–Mengakali jalur domisili lewat praktik KK tempel dipastikan tak lagi mudah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP di Kabupaten Gunungkidul. Tahun ini, Dinas Pendidikan mulai memperketat proses verifikasi dengan mewajibkan alamat yang tercantum di Kartu Keluarga (KK) sama dengan alamat di rapor calon peserta didik.
Kebijakan itu diterapkan menjelang dibukanya pendaftaran jalur domisili dan mutasi yang berlangsung mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Langkah tersebut diambil untuk menutup celah manipulasi administrasi yang selama ini kerap muncul saat seleksi jalur domisili.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengatakan, jalur domisili menjadi perhatian khusus karena memiliki kuota terbesar, yakni 50 persen dari total daya tampung sekolah.
“Yang saat ini kita terapkan, alamat yang tercantum di KK harus identik dengan yang ada di rapor. Ini langkah penting untuk menjaga transparansi dan keadilan dalam seleksi,” kata Nunuk, Senin (29/6/2026).
Menurut Nunuk, pengetatan verifikasi dilakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan SPMB pada tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan potensi penyalahgunaan administrasi melalui praktik yang dikenal masyarakat sebagai *KK tempel*.

Dalam modus tersebut, calon peserta didik dimasukkan ke dalam Kartu Keluarga milik kerabat atau pihak lain yang berdomisili lebih dekat dengan sekolah tujuan agar memiliki peluang lebih besar diterima melalui jalur domisili.
“Kami ingin memastikan yang memperoleh hak melalui jalur domisili memang benar-benar berdomisili sesuai ketentuan. Karena itu seluruh dokumen akan diverifikasi secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027 disusun secara bertahap. Tahapan diawali dengan seleksi kelas khusus olahraga sejak Mei 2026 di sejumlah SMP, dilanjutkan jalur prestasi dan afirmasi yang dibuka mulai 22 Juni 2026.
Setelah kedua jalur tersebut memasuki tahap pengumuman hasil seleksi, proses penerimaan kini berlanjut ke jalur domisili dan mutasi yang menjadi penentu bagi sebagian besar calon peserta didik.
“Komposisi kuota penerimaan sudah ditetapkan, yakni 25 persen jalur prestasi, 20 persen afirmasi, 5 persen mutasi, dan 50 persen jalur domisili,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Wonosari, Agus Maryanto, mengatakan sekolahnya menyiapkan kuota sebanyak 224 siswa pada SPMB tahun ini.
Rinciannya, sebanyak 112 kursi dialokasikan melalui jalur domisili, 56 kursi jalur prestasi, 45 kursi jalur afirmasi, dan 11 kursi jalur mutasi.
Agus mengatakan saat ini sekolah masih menuntaskan tahapan seleksi prestasi dan afirmasi. Selanjutnya, pendaftaran jalur domisili dan mutasi akan dibuka sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.
“Semoga prosesnya tertib, transparan, dan semua calon siswa mendapatkan kesempatan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
-
Uncategorized1 hari yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Sosial4 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Sosial2 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Uncategorized4 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan4 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized6 hari yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized1 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Peristiwa4 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Pemerintahan1 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
-
Uncategorized4 hari yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
