Politik
Trauma, Alasan KPPS di Karangmojo Tolak Rapid Tes
Karangmojo,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebanyak 270 Kelompok Panitia Pemungutusan Suara di Kalurahan Bejiharjo bersikukuh tolak jalani rapid tes. Hal ini lantas membuat KPU Gunungkidul harus bekerja ekstra ketat untuk mencari kebijakan yang strategis mengingat proses pendistribusian kotak suara tinggal menghitung hari lagi.
Salah satu anggota KPPS yang menolak rapid tes, Windi Duriwiantoro yang juga merupakan Dukuh Ngringin, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo mengaku sangat trauma menjalani rapid tes. Kejadian beberapa bulan lalu yang membuat sejumlah warga di Kalurahan Bejiharjo terlockdown karena adanya covid19 di lokasi tersebut.
“Saya trauma, ya bagaimana trauma itu. Gak bisa ditawar-tawar lagi biarpun nanti hasilnya dirahasiakan biarpun nanti selama isolasi dapat bantuan,” kata Windi, Rabu (02/12/2020) kemarin.
Ia mengatakan, dari awal rekrutmen merasa tak pernah mendapatkan syarat rapid tes menjadi bagian utama dalam menjadi KPPS. Jika kemudian nantinya tetap dipaksa untuk menjalani rapid tes ia akan mengundurkan diri sebagai anggota KPPS.
“Lebih baik saya menggunakan hak pilih saya saja. Tidak jadi KPPS,” tukas Windi.
Sementara itu, Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, belum ada solusi pas untuk 270 anggota KPPS di Kalurahan Bejiharjo yang menolak rapid tes ini. Secara intens pihaknya akan melangsungkan komunikasi dengan pimpinannya di KPU RI agar menemukan solusi yang tepat.
“Kami juga masih menunggu sampai 4 Desember di UPT Puskesmas Karangmojo barangkali ada yang berubah pikiran dan mau menjalani rapid tes,” papar Hani.
Menurutnya, anggota KPPS tidak bisa semerta-merta mengundurkan diri. Terlebih hanya karena alasan tak mau rapid tes.
“Yang bisa mengundurkan diri ini dan harus diganti kalau dia positif, sakit dan meninggal dunia. Waktunya memang mepet kami akan segera membuat solusi kebijakan,” tandas dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
