bisnis
Permintaan Ekspor Tinggi, Pengrajin Bambu Wuluh Sulit Dapatkan Bahan Baku
Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tanaman bambu bagi Masyarakat Jawa merupakan tanaman yang penuh filosofi. Misalnya saja dari seorang anak lahir, untuk memotong tali pusarnya saja masyarakat menggunakan bilah bambu pun demikian saat anak laki-laki hendak disunat. Bambu juga digunakan sebagai dinding manakala masyarakat zaman dulu hendak membuat rumah.
Tak hanya setelah menjadi bambu, tunas bambunya atau rebung menjadi makanan khas masyarakat. Bambu sebetulnya juga menjadi inspirasi kehidupan masyarakat yang mengajarkan kita tentang sifat lentur namun kuat. Juga ada kosakata bambu adalah sama dengan deling yang berakronim kendel lan eling (berani tapi tetap ingat).
Namun demikian kebutuhan bambu kini makin susah dicari. Bahkan di Padukuhan Ngepoh, Kalurahan Semin, Kapanewon Semin yang mana rerata masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin produk kerajinan dengan bahan dasar bambu harus merogoh kocek cukup dalam untuk membelinya.
Ketua Poktan Hutan Tunas Lestari, Ahmat Jujur mengatakan, kebutuhan bahan baku Bambu Wuluh di Ngepoh masih sangatlah kurang, bahan baku bambu dari Ngepoh hanya memenuhi 30% kebutuhan bambu kerajinan. Selebihnya 70% bahan baku bambu wuluh didatangkan dari Klaten, Boyolali, Jawa Timur dengan harga Rp. 20 juta satu truk.
“Jika mengandalkan panen dari pertanaman bambu masyarakat hanya satu tahun sekali, sedangkan kebutuhan bahan baku setiap saat ini terjadi devisiasi,” papar dia, Kamis (03/12/2020).
Menurutnya, ekspor kerajinan bambu ke Eropa sudah berjalan hampir 15 tahun. Masyarakat menyiapkan lahan 30 hektar untuk pengembangan Bambu Wuluh. Tahap pertama memintakan bantuan bibit 1000 batang Bambu Wuluh untuk 5 hektar kepada DLHK DIY.
“Alhamdulillah bisa terealisasi, harapan kami kebutuhan bambu segera terpenuhi,” jelas Ahmat.
Menangkap semakin sedikitnya tanaman bambu di Gunungkidul, Dinas Pertanian dan Pangan, Rabu (02/12/2020) kemarin melakukan penanaman seribu bambu di Padukuhan Ngepoh, Kalurahan Semin, Kapanewon Semin.
Kepala DPP, Bambang Wisnu Broto mengatakan, bambu perlu dilestarikan keberadaannya. Banyak fungsi yang ada pada bambu termasuk konservasi air pada daerah aliran sungai. Selain itu juga bambu memiliki peran dalam penanggulangan longsor.
“Untuk itu kami membuat gerakan tanam seribu bambu, dengan kelompok tani hutan Tunas Lestari. Kebetulan kami mendapat dukungan dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan hidup DIY,” ujar Bambang, Kamis (03/12/2020).
Gerakan tanam bambu dilaksanakan di sepanjang bantaran sungai sekitar Air Terjun Ngelo. Adapun jenis bambu yang ditanam adalah Bambu Wuluh.
“Harapannya bisa berguna untuk konservasi air di daerah aliran sungai,” jelas Bambang.
Sementara itu, Lurah Semin, Tri Sunarto menuturkan, potensi Bambu Wuluh untuk bahan baku industri kerajinan rumah tangga di Ngepoh. Ia menceritakan, produk kerajinan bambu dari Ngepoh Semin telah menyebar ke luar Daerah Istimewa Yogyakarta bahkan sampai ekspor ke luar negeri terutama negara negara di Eropa.
“Kerajinan bambu merupakan mata pencaharian atau sumber pendapatan masyarakat Ngepoh, karena hampir semua rumah tangga di sini membuat kerajinan bambu,” ungkap Tri.
Ia berharap dukungan semua pihak untuk mengembangkan bambu Wuluh di wilayahnya tersebut. Selain itu, di Padukuhan Ngepoh juga ada air terjun Ngelo yang cukup indah, dan butuh pengembangan selanjutnya agar dapat menjadi salah satu destinasi wisata di zona utara.
“Harapannya pemanfaatan bambu ini dapat mendukung program pengembangan destinasi wisata sisi utara Bumi Handayani,” tukas dia.
-
Uncategorized6 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya5 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized5 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized6 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized6 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
