Peristiwa
Rentetan Serangan Hewan Liar Misterius di Widoro, 24 Kambing Mati Penuh Luka
Purwosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Puluhan kambing milik warga Padukuhan Widoro, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari dilaporkan mati akibat serangan hewan liar. Kejadian tersebut sudah berlangsung selama seminggu terakhir dan mengakibatkan 24 kambing milik warga menjadi korban. Di tubuh kambing-kambing yang mati tersebut, ditemukan sejumlah luka gigitan. Hingga saat ini warga belum mengetahui secara persis hewan misterius yang memangsa kambing ternak milik warga tersebut.
Salah satu pemilik kambing yang diserang, Tujiono, mengungkapkan, dirinya mempunyai lima ekor kambing diletakkan di kandang. Lokasi kandang sendiri berada di ladang miliknya yang cukup jauh dari pemukiman. Ia menyampaikan, dari 5 kambing miliknya, 4 diantaranya ditemukan mati di dalam kandang pada Jumat (19/11/2021) pagi.
“Kalau totalnya punya 5 ekor kambing, tinggal satu yang masih hidup dan sudah saya jual,” ucapnya, Sabtu (20/11/2021) pagi.
Semua kambing miliknya yang mati memiliki bekas gigitan yang serupa, yaitu berada di leher dan perut. Luka akibat gigitan yang cukup parah diduga menyebabkan kambingnya kehabisan darah dan akhirnya mati. Sebelumnya, dalam beberapa waktu terakhir ini, kejadian serupa juga menimpa para tetangganya satu daerah. Sebelumnya, sudah ada total 20 ekor kambing tewas. Sehingga jika ditambah dengan kambing yang mati miliknya, saat ini sudah 24 ekor kambing milik warga Widoro yang mati akibat serangan hewan buas.
“Kejadiannya tidak ada yang tahu, karena memang letak kandang yang berada di ladang dan jauh dari pemukiman,” imbuh Tujiono.
Adapun rentetan serangan hewan liar terhadap ternak ini membuat warga setempat geram. Pada Jumat (19/11/2021) malam kemarin, warga menggelar patroli di sepanjang jalan menuju ladang. Hal ini untuk berjaga-jaga ketika ada serangan kembali. Rencananya, warga juga akan bermalam di sejumlah titik rawan serangan hewan buas untuk mengantisipasi dan mengungkap hewan misterius yang meresahkan masyarakat tersebut.
“Rencananya memang akan kita buru hewan liar tersebut,” lanjutnya.

Seorang warga setempat, Kamijan, menyampaikan setelah puluhan kambing ternak milik warga tewas akibat serangan hewan buas, ia dan rekan-rekannya tergerak untuk berpatroli dan berjaga di ladang guna memburu hewan buas tersebut. Menurutnya, warga setempat sudah geram lantaran banyaknya kambing ternak yang tewas dan tentunya sangat merugikan masyarakat.
“Antisipasi kami coba untuk siaga berjaga di ladang dan mencoba memburu hewan buas itu. Antisipasi lainnya dengan meminta warga untuk merapatkan pagar kandangnya agar hewan buas tidak bisa menerobos masuk,” jelasnya.
Menurutnya, patroli ini menjadi cara yang bisa dilakukan warga setempat untuk mengatasi serangan hewan buas yang sudah terjadi beberapa waktu terakhir ini. Ia juga meminta warga yang mempunyai hewan ternak di kandang yang jauh dari pemukiman untuk segera memindahkannya dekat dengan pemukiman agar pengawasan lebih optimal. Ia menduga hewan buas yang memangsa kambing ternak milik warga ialah anjing-anjing hutan yang berkeliaran. Hal tersebut karena bekas serangan di kandang yang menunjukkan tapak jejak kaki yang menyerupai anjing dewasa.
“Untuk sementara waktu, kami akan berpatroli dan bermalam di sekitar ladang hingga beberapa hari ke depan. Kami juga coba memburu hewan tersebut menggunakan senapan. Semoga Pemerintah Kalurahan atau pihak terkait dapat berpartisipasi untuk menurunkan petugas membantu patroli agar serangan hewan buas bisa dihentikan,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized5 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
