Connect with us

Sosial

Perusahaan di Gunungkidul Tak Mampu Berikan Gaji Besar, Warga Lokal Pilih Merantau

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Minimnya kemampuan perusahaan untuk mengaji karyawan menjadi salah satu faktor banyaknya warga Gunungkidul memilih bekerja di luar daerah. Selain minimnya gaji tersebut, masalah semakin pelik lantaran juga diikuti dengan sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Gunungkidul, Munawar menjelaskan, jumlah warga Gunungkidul yang memilih pergi merantau setiap tahunnya terpantau masih tinggi. Dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh pihaknya, faktor keterbatasan perusahaan dalam memberikan gaji menjadi salah satu alasan krusial yang membuat warga Gunungkidul memilih meninggalkan kampung halaman.

“Saya ya pernah tanya memang kemampuan dari tempatnya itu segitu gajinya di bawah UMK (Upah Minimum Kabupaten). Kalau sesuai UMK atau lebih mereka (pengusaha) keberatan,” ucap Munawar ketika ditemui pidjar-com-525357.hostingersite.com di kantornya, Kamis (20/09/2018).

Namun ketika disinggung mengenai perusahaan mana saja yang belum memberikan gaji sesuai UMK, Munawar enggan memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia mengaku hal tersebut bukan wewenangnya melainkan untuk pengawasan dilakukan oleh provinsi.

Berita Lainnya  Konflik Watukodok, Pemdes Kemadang Bantah Memihak Salah Satu Kubu

“Untuk perusahaan besar, kita mendorong untuk menggaji sesuai standar UMK yang ada di Gunungkidul. Untuk pengawasan gaji itu sekarang provinsi,” katanya.

Pemerintah sendiri mendorong masyarakat untuk bekerja di Gunungkidul. Selain melalui sektor pariwisata, Pemkab juga membuka peluang investor masuk dan membuka usaha di Gunungkidul. Salah satunya ia mencontohkan adalah sebuah pabrik sarung tangan besar yang akan dibangun di wilayah Kecamatan Semin.

“Di sana (pabrik sarung tangan) mampu menyerap sampai ribuan tenaga kerja,” kata dia.

Ia beberkan lebih lanjut, untuk warga Gunungkidul yang merantau ke luar, pihaknya mengklasifikasukan menjadi tiga penempatan yaitu Antar Kerja Lokal (AKL) yaitu tenaga kerja yang masih di lingkup DIY di mana tahun 2018 ini mencapai 511 orang. Kemudian untuk Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) saat ini mencapai 135 orang.

Berita Lainnya  Tak Ditutup Usai Digarap, Puluhan Lubang Pembuatan Sumur Resapan di Taman Kota Bikin Orang Tua Was-was

Selain itu juga ada Antar Kerja Antar Negara (AKAN) yaitu mereka yang bekera di luar negeri mencapai 88 orang. Munawar mengatakan kebanyakan warga yang ke luar Gunungkidul untuk bekerja itu merupakan lulusan SMA sederajat.

“Mungkin untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, terkendala biaya. Sehingga memilih untuk langsung bekerja. Namun kami sebelum memberangkatkan juga memberi pelatihan ketrampilan, tidak sekedar berangkat saja jadinya,” ujarnya.

Terpisah ketika dihubungi pidjar-com-525357.hostingersite.com, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Demas Kursiswanto mengapresiasi langkah Pemkab dalam menekan angka pengangguran di Gunungkidul. Ia menyebut, sektor pariwisata adalah salah satu sektor sebenarnya mampu membukakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

Berita Lainnya  Dinilai Berubah Jadi Lebih Baik, Puluhan Napi Dapat Remisi Kemerdekaan

“Saya rasa sudah cukup baik dengan membuka peluang usaha atau investasi ke Gunungkidul. Dengan begitu lapangan pekerjaanpun terbuka. Pesatnya sektor wisata tumbuh juga menjadi hal positif. Sangat bisa dimanfaatkan,” kata Demas.

Menurut pandangannya, banyaknya pencari kerja yang ke luar kota untuk bekerja lebih pada mencari pengalaman. Ia juga meminta kepada seluruh warga Gunungkidul agar bisa mempersiapkan perencanaan yang matang sebelum akhirnya memutuskan untuk merantau.

“Mereka yang pergi tidak hanya sekedar berangkat harapannya. Dipastikan sudah ada pekerjaan di sana, entah dari rekan, saudara atau yang lainnya,” pungkas Demas.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Kunjungan Terus Meningkat, Pemkab Naikkan Target PAD Wisata Jadi Rp63,2 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata tahun 2026 menjadi...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Pria Asal Karangmojo Ditemukan Meninggal di Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Rongkop,(pidjar.com)– Seorang pria berinisial DM (34), warga Padukuhan Kelor, Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, ditemukan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Onsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja ,(pidjar.com)– Menghadirkan perpaduan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang, Onsen Resort Kaliurang menawarkan pengalaman menginap yang menyasar keluarga, pasangan,...

Pariwisata3 bulan yang lalu

Kejuaraan Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III Digelar di Pantai, 458 Atlet dari 7 Provinsi Berebut Juara

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari, (pidjar.com)- Kejuaraan Open Sepatu Roda Bupati Gunungkidul Cup III 2026 hadir dengan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, lintasan...

Pariwisata4 bulan yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Berita Terpopuler