Peristiwa
RS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
Playen,(pidjar.com)–Perjuangan keluarga Andeng Narendratama (23) warga Padukuhan Tawarsari, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari, korban kecelakaan tunggal yang sempat viral saat dirawat di RS Nur Rohmah, masih terus berjalan. Setelah hampir satu minggu menjalani perawatan, keluarga mengaku masih menunggubterkait penjelasan penanganan medis yang diterima korban. Andheng sendiri kondisinya sempat menurun pasca operasi besar yang dijalaninya di RS PDHI Kalasan dan saat ini dirujuk ke RSUD Tegalyoso Klateng guna menjalani operasi di bagian dada yang dilakukan pada Jumat (27/06/2026) siang.
Hingga saat ini, dari pihak RS Nur Rohmah tak kunjung juga menghubungi keluarga baik untuk memberikan penjelasan ataupun meminta maaf. Lantaran tak kunjung adanya itikad baik ini, keluarga lantas memilih untuk menempuh jalur hukum. Keluarga Andheng sendiri telah menunjuk kuasa hukum dari LKBH Adilah Noto Negoro berkaitan dengan penanganan kejadian ini.
Kakak korban, Triyanto, mengungkapkan kondisi adiknya saat ini masih membutuhkan perawatan intensif. Menurutnya, setelah menjalani perawatan awal di Rumah Sakit Nur Rohmah Playen, korban kemudian diketahui mengalami patah tulang punggung dan harus menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.
“Sudah hampir satu minggu ini adik saya berpindah-pindah rumah sakit karena harus dirujuk. Setelah dari Nurrohmah, paginya dirawat di PKU Piyaman, kemudian dirujuk ke PDHI Kalasan. Di sana sempat keluar masuk ruang ICU setelah menjalani operasi, dan sekarang kembali dirujuk ke Rumah Sakit Tegalyoso Klaten,” ujar Triyanto, Jumat (26/6/2026).
Triyanto menyampaikan, kondisi tersebut membuat keluarga merasa terpukul dan berharap adanya perhatian serta penjelasan yang jelas dari pihak terkait. Ia mengaku sampai saat ini belum mendapatkan komunikasi dari pihak Rumah Sakit Nurrohmah, baik melalui telepon maupun kunjungan langsung kepada keluarga.
“Sejak kejadian sampai sekarang belum ada pihak rumah sakit yang menghubungi keluarga. Kami hanya ingin ada kejelasan dan tanggung jawab atas apa yang dialami adik saya,” ungkapnya.
Karena merasa perlu ada pendampingan dalam memperjuangkan hak korban, keluarga kemudian memberikan kuasa kepada LKBH Adilah Noto Negoro untuk mengawal persoalan tersebut.
Kuasa hukum keluarga korban, Muhamad Khotibul Umam selaku Humas LKBH Adilah Noto Negoro, menjelaskan pihaknya telah menerima kuasa dan akan mengambil langkah hukum terkait dugaan pelayanan yang dinilai belum maksimal.
“Kami akan melayangkan surat somasi kepada pihak Rumah Sakit Nur Rohmah. Ini sebagai bentuk langkah awal agar ada klarifikasi dan penyelesaian yang baik,” katanya.
Menurutnya, pihaknya masih membuka ruang komunikasi sebelum membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Namun apabila tidak ada itikad baik dari pihak rumah sakit dalam waktu yang telah diberikan, langkah selanjutnya akan ditempuh termasuk dalam hal ini pelaporan ke kepolisian, gugatan pidana hingga perdata
“Kurang dari satu minggu setelah pemberitaan ini apabila tidak ada respons maupun penyelesaian, kami akan membuat laporan resmi ke kepolisian. Sebelum itu kami masih memberikan kesempatan untuk dialog dan menjelaskan permasalahan yang ada,” tegasnya.
Muhamad Khotibul Umam menilai persoalan ini perlu menjadi evaluasi bersama terkait pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kami berharap kejadian seperti ini menjadi perhatian agar pelayanan publik, khususnya pelayanan kesehatan, dapat lebih maksimal dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.
Hingga saat ini keluarga korban masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kondisi Andeng Narendratama maupun respons dari pihak Rumah Sakit Nurrohmah.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
