Pendidikan
Gelontoran Anggaran Rp 9,2 Miliar Untuk Perbaikan Sekolah Rusak di Gunungkidul
Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9.268.488.800untuk perbaikan bangunan sekolah yang rusak yang masuk dalam daftar skala prioritas revitalisasi. Mengingat di Kabupaten Gunungkidul masih banyak bangunan sekolah yang rusak sehingga membuat kegiatan belajar mengajar tak optimal, kurang nyaman, dan kurang aman.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, pihaknya telah melakukan inventarisir mengenai kerusaakan gedung sekolah dari tingkatan PAUD TK, Sekolah Dasar (SD) hingga SMP. Hasilnya memang dari ratusan sekolah yang ada terdapat beberapa yang mengalami kerusakan sedang sampai dengan berat sehingga membutuhkan penanganan perbaikan.
Berdasarkan data yang ada, untuk jenjang TK dan PAUD nonformal, kondisi bangunan rusak sedang dan berat ada 236 sekolah. Dari jumlah tersebut calon penerima bantuan rehab atau pembangunan dari APBD 19 sekolah sedangkan yang diusulkan revitalisasi sebanyak 68 sekolah.
Untuk jenjang SD bangunan kondisi rusak sedang dan berat ada 260 unit sekolah dengan rincian
calon penerima bantuan rehab/pembangunan dari APBD yakni 23 sekolah dan diusulkan revitalisasi sebanyak 105 sekolah.
Kemudian jenjang SMP, bangunan sekolah dengan kondisi rusak sedang dan berat ada 29 unit sekolah, calon penerima bantuan rehab/pembangunan dari APBD 5 sekolah dan diusulkan revitalisasi sebanyak 24 sekolah.
“Untuk perbaikan tentu dipilih skala prioritas mana yang mendesak untuk dilakukan perbaikan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa dalam mengikuti kegiatan velajar mengajar,” ucap Nunuk Setyowati.
Pihaknya meminta kepada Kepala Sekolah maupun operator data pokok operator (Dapodik) untuk selalu mengupdate kondisi sekolah masing-masing secara periodik. Hal ini penting dilakukan agar pemerintah dapat mengentahui bagaimana kondisi sekolah, jumlah siswa dan lain sebagainya.
“Kami meminta agar teman-teman di sekolah untuk selalu mengupdate dapodik sesuai dengan realita. Karena dari data inilah nantinya akan menjadi bahan untuk menentukan kebijakan revitalisasi sekolah tentu dengan skala prioritas,” jelasnya.
Ia mencontohkan, kondisi SDN 1 Kepek, Saptosari dalam dapodik kerusakan bangunan sekolah hanya 21,34 persen saja. Namun ternyata realita di lapangan bangunan gedung ini banyak yang rusak berat. Bahkan ada satu kelas yang terpaksa KBM di Mushala. Hal ini tentu menjadi keprihatinan tersendiri.
“Bupati Gunungkidul berkomitmen penuh dalam program bicah pinter maka dari itu sarpras di sekolah-sekolah yang belum memenuhi standar dilakukan penanganan melalui revitalisasi. Untuk yang di Saptosari itu maka akan kami upayakan perbaikan atau revitalisasi di APBD Perubahan 2026 agar anak belajar dengan nyaman, tenang dan aman,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Arisandi Purba mengatakan, untuk program perbaikan atau revitalisasi gedung sekolah yang mengalami kerusakan pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp9.268.488.800 untuk tahun 2026.
“Anggaran tersebut disiapkan untuk penanganan sarana prasarana sekolah yang rusak sedang hingga berat,” ucap Arisandi.
Kerusakan gedung atau bangunan sekolah sendiri beragam. Mulai dari lantai, atap, dinding dan lainnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized6 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized1 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang laluMulai Oktober, Tujuh TPR Wisata Gunungkidul Terapkan Pembayaran Retribusi Cashless
