Connect with us

Pemerintahan

Ruang Kelas Rusak, Siswa SDN 1 Kepek Harus Belajar di Mushala 

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar.com)– Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri Kepek 1, Padukuhan Bulurejo, Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari tak bisa optimal dilakukan di ruang kelas. Pasalnya ada beberapa bangunan ruang kelas yang mengalami kerusakan, untuk meminimalisir bahaya maka beberapa waktu terakhir siswa mengikuti KBM di ruangan lain bahkan mushala agar aman.

Kepala SDN Kepek 1, Marsum mengatakan, di SDN Kepek 1 terdapat 11 ruang yang digunakan untuk ruang kelas, perpustakaan, ruang guru dan beberapa ruang lainnya. Dari jumlah tersebut, ada 5 bangunan kelas yang mengalami kerusakan sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, 3 ruang kelas sudah rusak sejak 3 tahun silam sehingga tidak digunakan kembali. Kemudian setahun lalu, ruang perpustakaan juga mengalami kerusakan pada bagian atap dan belum lama ini disusul dengan kerusakan pada satu ruang kelas lainnya. Kerusakan bangunan sekolah mayoritas berada pada atap dan genteng. Bahkan ada ruangan yang sama sekali tak memiliki atap dan ada yang plafon bolong berpotensi runtuh kembali.

Berita Lainnya  PSTKM Kembali Diperpanjang, Ini Syarat Masyarakat Boleh Menggelar Hajatan

Menurutnya, kerusakan bangunan atap sekolah ini dijarenakan faktor alam saat terjadi hujan deras sehingga banyak menyebabkan kerusakan. Belum lagi sekolah ini berada di kawasan pesisir sehingga mudah menyebabkan korosi, terlebih di bangunan ruang kelas 6 karena menggunakan atap baja ringan.

“Bagian atap yang sangat-sangat membutuhkan penanganan,” ucap dia.

Dengan kondisi ruang kelas yang memorihatinkan dan membahayakan ini, maka kegiatan belajar mengajar siswa terpaksa ada yang tidak menggunakan ruang kelas. Melainkan menggunakan bangunan mushala yang dirasa lebih aman.

“Kami upayakan KBM tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tetap optimal. Jadi bangunan ruang kelas 6 rusak belum lama ini untuk mengoptimalkan pembelajaran akhir maka kelas 6 kami pindah menggunakan ruang kelas 2. Sedangkan siswa kelas 2 kami lakukan KBM di mushala,” ucap Marsum.

“Baru mulai setelah lebaran kemarin untuk KBM di mushala ini,” jelas dia.

Adapun SDN Kepek 1 berdiri sejak tahun 1971. Saat ini, jumlah siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut sebanyak 148 pelajar. Dengan kondisi bangunan sekolah yang demikian, maka guru harus melakukan pengawasan lebih ekstra agar para siswa tidak bermain atau beraktivitas di lokasi yang membahayakan.

Berita Lainnya  Masih Bermasalah Dengan Jumlah, Pemkab Pastikan SK Pengangkatan GTT Terbit Tahun Ini

Pihak sekolah juga telah melaporkan kerusakan yang terjadi ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul untuk dapat dilakukan perbaikan. Meski memang sampai sekarang belum ada tindak lanjur.

“Harapannya semoga ruang kelas dan perpustakaan yang rusak bisa segera diperbaiki agar anak-anak nyaman dan aman saat mengikuti KBM,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya ruang kelas yang mengalami kerusakan di bagian atap di SDN Kepek 1 sehingga tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Dinas juga telah melakukan pengecekan ke lokasi dan data yang ada di dinas.

Menurutnya permasalahan ada pada data pokok pendidikan (dapodik). Yangmana sekolah tersebut tidak melakukan update data selama beberapa tahun terakhir.

Berita Lainnya  Warga Temuireng Dapat Bantuan Alat Pengolahan Air Tenaga Surya Dari Kementrian Ristek Dikti

“Dalam data dapodik kerusakan hanya 21 persen dan ternyata selama beberapa tahun tidak ada update dapodik yang dilakukan,” terang Nunuk Setyowati.

Dinas telah berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk segera melakukan pembaruan dapodik dan membuat proposal untik perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan.

“Sudah kami minta untuk update data dan membuat proposal perbaikan,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata20 jam yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis2 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Berita Terpopuler