Pemerintahan
Pembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
Wonosari,(pidjar.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan proses lelang pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Wukirsari dimulai pada Oktober 2026. Jika seluruh persyaratan rampung, pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern itu akan dimulai awal 2027 dan ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun. Saat ini, perluasan dan penambahan fasilitas di satu-satunya TPAS di Gunungkidul ini semakin mendesak lantaran dinilai sudah hampir penuh.
Pembangunan TPST Wukirsari masih berada pada tahap perencanaan. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah menyelesaikan sejumlah dokumen yang menjadi syarat pelaksanaan proyek, termasuk untuk memperoleh pendanaan dari Pemerintah Pusat melalui pinjaman Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB)
Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Dwi Wiyani, mengatakan salah satu dokumen yang sedang difinalisasi ialah Livelihood Restoration Plan (LRP) atau Rencana Pemulihan Mata Pencaharian.
Dokumen tersebut menjadi bagian dari persyaratan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang diwajibkan AIIB sebelum proyek dapat memasuki tahap pelaksanaan.
“Sudah disiapkan, tapi pelaksanaannya masih menunggu hasil dari kajian readiness criteria, yang salah satunya berisikan tentang dokumen LRP,” kata Dwi, Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, penyusunan dokumen LRP kini telah memasuki tahap akhir. Apabila hasil kajian readiness criteria dinyatakan memenuhi syarat, proses pengadaan proyek dapat segera dimulai.
“Harapannya lelang akhir tahun dan mulai awal 2027 sudah bisa dibangun. Untuk pembangunan TPST Wukirsari ditarget selesai dalam dua tahun,” ujarnya.
Dwi menjelaskan, dokumen LRP disusun untuk memitigasi dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul akibat pembangunan TPST. Sasaran utamanya adalah pemulung maupun warga sekitar yang selama ini memanfaatkan lahan di kawasan proyek sebagai sumber mata pencaharian.
Pemkab Gunungkidul telah menyiapkan lahan seluas sekitar empat hektare di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, sebagai lokasi pembangunan TPST.
Nantinya, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat pengolahan sampah, tetapi juga mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk industri semen.
“Adanya TPST, maka sampah bisa diolah menjadi RDF untuk bahan bakar pembuatan semen. Tapi, untuk pelaksanaannya masih dalam proses,” katanya.
Sementara itu, Kepala DLH Gunungkidul Edy Basuki mengatakan pembangunan TPST merupakan langkah pemerintah meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di daerah. Selama ini, sampah di TPAS Wukirsari masih ditangani menggunakan metode sanitary landfill atau ditimbun menggunakan tanah.
“Masih dalam tahap kajian. Tapi, kami serius untuk membangun TPST Wukirsari dan mudah-mudahan bisa terbangun di tahun depan,” kata Edy.
Selain membangun fasilitas baru, DLH juga terus mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah dari sumbernya. Menurut Edy, kebiasaan membuang sampah dalam kondisi tercampur masih menjadi tantangan dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized3 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
