fbpx
Connect with us

Sosial

Akibat Aktifitas Penangkapan Ikan Dengan Penyetruman dan Racun, Ekosistem di 3 Sungai Rusak

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Penangkapan ikan dengan sejumlah peralatan yang terlarang seperti racun ataupun alat strum sangat merusak alam. Penangkapan menggunakan alat tersebut memang membuat mencari ikan menjadi lebih mudah dan hasil juga lebih banyak. Akan tetapi tanpa disadari, ekosistem sungai serta populasi ikan di sungai menjadi rusak akibat tindakan tak bertanggung jawab tersebut.

Kerusakan ekosistem sungai yang saat ini terjadi mendapatkan perhatian besar dari relawan sungai yang tergabung dalam komunitas Bolo Mancing Wonosari (BMW). Berdasarkan pantauan dari anggota BMW, saat ini sejumlah lokasi sungai telah rusak akibat penyetruman serta penangkapan ikan menggunakan racun.

Ketua BMW, Antok mengatakan dari pantauan serta laporan anggotanya saat ini terdapat sejumlah sungai di tiga kecamatan yang rawan mengalami kerusakan. Secara jelas pihaknya menyebut di Kecamatan Ngawen, Karangmojo dan Nglipar masih kerap dijumpai pemburu ikan dengan alat-alat berbahaya itu

"Kalau di lokasi yang dekat pemukiman sudah berkurang. Karena anggota jika ada yang melihat langsung melarangnya, tapi kalau yang jauh, seperti aliran Sungai Oya masih cukup banyak kita jumpai," kata Antok, Minggu (06/05/2018).

Ditambahkannya, meskipun pihaknya belum pernah melakukan penelitian secara ilmiah maupun menggandeng pihak berkompeten untuk meneliti dan menganalisis. Namun pantauan tersebut hanya dilakukan secara kasat mata berdasarkan dampak buruk dari tindakan itu yang dapat terlihat. Salah satu yang paling berbahaya, ketika menggunakan obat maka air pun akan ikut tercemar racun.Dengan pantauan yang seadanya tersebut, ia menandaskan bahwa ada kemungkinan jumlah sungai yang rusak bisa jauh lebih banyak yang diidentifikasi oleh pihaknya.

"Sedangkan di Gunungkidul ini banyak aliran sungai yang airnya diambil untuk dikasihkan ke ternak, dan ada pula yang di konsumsi. Itu kan sangat berbahaya," imbuh dia.

Selain itu, dampak yang terjadi jika perburuan menggunakan listrik atau strum juga dapat menyebabkan ikan gagal berkembang biak. Meskipun berulang kali dilakukan penebaran benih ikan, jika tidak diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan sungai oleh masyarakat maka akan sia-sia saja.

"Kalau pantauan kami, ikan yang kena setrum itu ndak mau berkembang biak atau jadi mandul," lanjutnya.

Saat ini pihaknya sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye anti perburuan dengan mengunakan alat atau bahan berbahaya. Salah satu contohnya dengan pemasangan papan peringatan.

"Setiap kali kita tabur benih kita juga memasang papan himbauan agar warga menghindari perburuan ikan dengan menggunakan strum atau racun," tegas dia.

Belum lama ini, pihaknya dalam hal ini BMW telah melakukan kegiatan tabur benih ikan di Sungai Bendowo, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Di lokasi tersebut pihaknya menabur ribuan benih ikan untuk nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

"Kita sekaligus mendukung program Desa Pampang menjadi desa wisata," pungkas dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler