Uncategorized
Akses Air Terbatas, Warga Krambilsawit Rela Antre Air Bocoran PDAM hingga Dini Hari
Wonosari, (pidjar.com)-Warga Dusun Karang Gunung, Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, harus mengantre air bersih hingga dini hari. Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terpaksa memanfaatkan air dari kubangan yang menampung kebocoran pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Warga bahkan rela keluar rumah saat sebagian besar orang terlelap. Sebab, air PDAM tidak mengalir setiap saat dan waktu distribusinya pun tidak menentu. Terkadang air baru tersedia sekitar pukul 23.00 WIB, bahkan ada kalanya warga harus menunggu hingga pukul 01.00 WIB.
Kondisi tersebut menjadi sorotan setelah video warga mengantre air dari kebocoran pipa PDAM di Dusun Karang Gunung viral di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @mubeng_mubengjogja, warga terlihat memanfaatkan air yang menggenang di sebuah kubangan untuk dibawa pulang.
Sukadi, salah seorang warga Karang Gunung, mengatakan air yang ditampung warga berasal dari kebocoran pipa PDAM. Warga memanfaatkan air tersebut karena pasokan dari jaringan PDAM tidak mengalir secara terus-menerus.
“Air bocoran dari PDAM. Kan air PDAM tidak selalu keluar karena sistem bergilir. Jadi, ketika keluar, ada yang bocor, terus itu dibuat kubangan. Airnya diambil,” kata Sukadi.
Menurut Sukadi, keterbatasan akses air membuat warga tidak punya banyak pilihan. Mereka harus memanfaatkan kesempatan ketika air mulai mengalir, meskipun waktunya sudah larut malam.
“Ada 150 KK. Kadang air keluar jam 11 malam, kadang jam 01.00. Tapi warga tetap, karena kesulitan air, ya jam segitu pun mereka antre ambilin air. Satu RT itu cuma ada satu kran PDAM untuk umum,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dalam unggahan video viral tersebut, persoalan distribusi air di wilayah itu telah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Warga harus menyesuaikan aktivitas sehari-hari dengan jadwal pengaliran yang tidak menentu.
Ketika air tersedia, warga segera mendatangi kubangan dengan membawa wadah penampung. Air itu kemudian dibawa pulang untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari memasak, mencuci hingga mandi.
Sukadi menyebut warga juga telah menerima bantuan air bersih sekitar satu hingga dua tangki. Namun, warga masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Dengan jumlah sekitar 150 KK, kebutuhan air di dusun tersebut terus berjalan setiap hari. Warga pun berharap distribusi air bersih dapat kembali lancar sehingga mereka tidak perlu menunggu hingga tengah malam untuk mendapatkan air.
Kesulitan warga Karang Gunung terjadi di tengah penerapan distribusi air bergilir oleh PDAM Tirta Handayani di sejumlah wilayah selatan Gunungkidul saat musim kemarau.
Warga Karang Gunung saat ini menanti kepastian perbaikan distribusi air di lingkungan mereka. Mereka berharap air bersih dapat mengalir lebih lancar dan mencukupi kebutuhan rumah tangga tanpa harus mengantre di kubangan hingga dini hari.
Direktur PDAM Tirta Handayani sebelumnya menjelaskan distribusi air di sejumlah wilayah dilakukan secara bergilir untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan pelanggan. Sejumlah wilayah terdampak di antaranya Saptosari, Tepus, Rongkop, Tanjungsari, Semanu, Paliyan, Panggang, dan Purwosari.
Sementara itu, warga yang tidak menjadi pelanggan PDAM juga menghadapi persoalan tersendiri. Sebagian dari mereka mengandalkan penampungan air hujan atau PAH, tetapi cadangannya mulai menipis saat kemarau berlangsung.
Di tengah kondisi tersebut, PDAM Tirta Handayani menyiapkan rencana penguatan pasokan air melalui sistem Bribin 2 Sindon. Sistem tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pelayanan di sejumlah wilayah selatan Gunungkidul.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
