Connect with us

bisnis

Ali Rasyid Ajak Pengusaha Muda Bantul Perluas Jaringan Untuk Optimalkan Bonus Demografi

Diterbitkan

pada

Ali Rasyid saat menghadiri acara syawalan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bantul. (Foto : Istimewa)

 

Jogja, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Koneksi bisnis menjadi salah satu cara agar para pengusaha bisa memperluas kesempatan.

Selain itu, koneksi tersebut juga bisa menjadi modal untuk melakukan ekspansi bisnis ke lingkup yang lebih luas lagi. Begitulah kira-kira yang disampaikan oleh salah satu Bakal Calon Bupati Bantul dari partai Golkar, Ali Rasyid Tokoh Muda Bantul saat menghadiri acara syawalan yang digelar oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bantul.

Ali Rasyid bersama ratusan pengusaha muda yang tergabung dalam HIPMI dari berbagai Kabupaten/ Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu guyub bersama dalam rangka mempererat tali silahturahmi. Menariknya acara tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wakil Bupati Bantul.

“Kita berkumpul di tengah-tengah kota Bantul untuk mengikuti syawalan atau halal bihalal dari pengurus HIPMI Bantul di mana ini kebetulan diadakan di Rumah Dinas Wakil Bupati Bantul. Ini kantor baru yang belum lama diresmikan, kami diberi ruang tadi untuk difasilitasi untuk kegiatan halal bihalal untuk pengusaha muda yang ada di Bantul,” ujar Bacalon Bupati Bantul periode 2024, Ali Rasyid, Senin (6/4/2024).

Kata dia, penting untuk pengusaha muda yang ada di Bantul itu semakin solid, semakin sadar bahwa jaringan yang luas mampu mendorongnya menjadi pelaku wirausaha yang tangguh secara nasional maupun internasional kedepan.

Berita Lainnya  Lajolie Aesthetic Luncurkan Eye Bag Removal Treatment dalam Perayaan Anniversary

Apalagi, Indonesia dihadapkan dengan bonus demografi usia produktif muda yang akan mencapai puncaknya di tahun 2030-an dengan rata-rata 68 persen penduduk Indonesia adalah penduduk usia produktif.

Sehingga butuh kolaborasi antara buruh/pekerja dan pengusaha yang harus terjalin dengan baik untuk menjawab tantangan bonus demografi yang sudah di depan mata.

Ali Rasyid saat menghadiri acara syawalan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bantul. (Foto : Istimewa)

Ali Rasyid saat menghadiri acara syawalan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bantul. (Foto : Istimewa)

“Bonus demografi ini harus dianggap menjadi suatu peluang bagi pengusaha tadi untuk memperluas atau memperbesar jaringan usaha maupun jaringan komunitas pengusaha, tidak hanya di lingkup Kabupaten Bantul tetapi juga di tingkat Propinsi DIY, Nasional maupun Internasional yang sekarang mulai didominasi oleh pengusaha dari kalangan usia muda, dan saya telah merasakan peluang tersebut dengan mengerjakan berbagai project/bisnis di lebih dari 100 kab/kota di seluruh Indonesia, bahwa Indonesia sangat luas dan banyak potensi yang perlu dikembangkan kedepan dengan pendekatan kolaborasi dan sinergi antar pengusaha dan lembaga” jelasnya.

Ali Rasyid (tengah)

Ali Rasyid (tengah)

Ali Rasyid pun melihat peluang tersebut dengan mencoba untuk mencalonkan diri sebagai bakal calon Bupati Bantul dari partai Golkar itu. Apabila terpilih, kata dia, ini menjadi komitmen untuk mendukung penumbuhan dan pengembangan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di tanah air khsusunya Kabupaten Bantul sebagai salah satu wujud dukungan untuk mendorong terciptanya wirausaha baru.

Berita Lainnya  Libur Panjang Isra Mi'raj dan Imlek, KAI Daop 6 Yogyakarta Siapkan 6 KA Tambahan

“Saya sendiri saat ini mewakili banyak kaum muda, pengusaha, aktivis, maupun profesional muda memberanikan diri untuk ikut dalam kontestasi menjadi bakal calon kepala daerah Bantul tahun ini lewat konvensi yang diadakan oleh partai golongan karya atau Golkar. Ini komitmen saya untuk memajukan Bantul,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler