fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Amarah Gerindra Awasi Rekrutmen THL, Purwanto: Ada Titipan Pejabat, Timses Hingga Istri Pejabat

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Tahapan penerimaan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkup pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih berlangsung. Adapun seleksi administrasi dan seleksi kompetensi bidang (SKB) telah selesai dilaksanakan oleh tim penguji. Saat ini, tinggal tersisa 3 peserta yang terpilih untuk melaksanakan tes seleksi lanjutan. Diperkirakan, pada akhir bulan Februari ini, para peserta yang terpilih untuk menduduki formasi yang disediakan bisa diumumkan dan pada bulan Maret 2022 bisa mulai bekerja.

Berkaitan dengan rekruitmen THL Pemkab Gunungkidul ini, marah Partai Gerindra rupanya tak kunjung reda. Bahkan, Ketua DPC Partai Gerindra Gunungkidul menyebut ada banyaknya titipan dari pejabat, timses hingga istri pejabat dalam proses rekruitmen THL ini. Sebelumnya, Partai Gerindra memang sempat bersuara keras berkaitan dengan jadwal proses penerimaan yang dianggap terlalu singkat ini.

Ketua DPC Gerindra Gunungkidul, Purwanto ST mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan terhadap proses rekruitmen THL di lingkungan Pemkab Gunungkidul ini. Berdasarkan informasi maupun aduan yang ia dapat belakangan ini, terdapat pejabat yang menitipkan kerabat atau orang-orang disekelilingnya untuk menjadi THL di lingkup pemerintah Gunungkodul. Tidak hanya sekedar mereka yang menginginkan formasi SMA akan tetapi santer beredar formasi S1 pun banyak yang ditumpangi kepentingan tertentu.

Berita Lainnya  Dokumen Belum Lengkap, KPU Gunungkidul Belum Bisa Miliki Kantor yang Ideal

“Patut menjadi perhatian dan menjadi pengawasan anggota dewan terkait dengan pengisian formasi THL di Gunungkidul. Banyak yang mengeluhkan jika ada praktek titip menitip di formasi untuk lulusan SMA bahkan S1,” ujar Purwanto ST, Senin (21/02/2022).

“Seperti misalnya di salah satu dinas, saya mendapatkan informasi bahwa ada satu formasi yang saat ini masih menjadi rebutan titipan antara pejabat dengan bahkan istri pejabat yang juga turut campur,” sinisnya.

Ia menjelaskan, adanya kabar yang berhembus kencang ini, dia sebagai Ketua DPC Gerindra meminta Fraksi Gerindra untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi aroma KKN di proses rekruitmen THL di Pemkab Gunungkidul. Kader-kader pun juga diminta untuk turut andil di dalamnya. Jika terjadi kejanggalan pada proses rekruitmen THL, agar segera melapor agar dapat ditindaklanjuti bersama.

“Di beberapa dinas sudah mulai berhembus kabar semacam ini yang mana penerimaan THL sudah diset untuk meloloskan peserta yang merupakan titipan pejabat, istri pejabat, atau titipan kerabat itu,” imbuhnya.

Partai Gerindra sendiri saat ini masih melakukan penelusuran lebih dalam lagi terkait dengan isu KKN dan transaksional yang terjadi. Jika nantinya hal tersebut benar terjadi. Pihaknya tidak akan segan melaporkan kejadian ini ke aparat penegak hukum agar dilakukan penindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memberantas praktek-praktek kotor di pemerintahan.

Berita Lainnya  Klaster Keluarga di Karangmojo, Belasan Orang Dinyatakan Positif Covid19

Sementara itu, salah seorang peserta penerimaan THL, Herry, mempertanyakan standar penilaian dalam tes kompetensi bidang rekrutmen THL Pemkab Gunungkidul. Ia sendiri melamar pada posisi pengemudi di Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul.

Diceritakannya, pada hari Rabu dan Kamis silam, ia mengikuti tes wawancara serta praktek. Dalam prakteknya, Hery sendiri mengaku cukup lancar dalam menjalani tes ini. Ia memang sudah berpengalaman lebih dari 16 tahun menjadi pengemudi ambulance. Rute paling jauh yang pernah ia tempuh adalah hingga Bali dan Lampung.

“Saya awalnya cukup yakin bisa lolos karena saya cukup berpengalaman dalam mengemudi. Sejak 2005, saya memang sudah menjadi supir ambulance,” papar dia.

Dalam ujian praktek sendiri, ia diminta untuk mengemudikan mobil kepala dinas. Adapun lokasi tes adalah di seputaran kompleks Rusunawa Karangrejek. Di mana saat tes, ada 3 orang penguji. Satu orang ikut naik di mobil, sementara 2 lainnya berada di lokasi tes.

Berita Lainnya  Sekolah Lapang Iklim Jadi Bekal Petani untuk Antisipasi Puso

“Kemarin juga sempat tanya-tanya ke panitia, katanya jadwal dan tempat semua serba mendadak. Bagi saya agak aneh saja kok semuanya terkesan mendadak,” jelasnya.

Namun pada akhirnya, kekecewaan harus menghampirinya. Ia dinyatakan tidak lolos dan bahkan hanya menduduki peringkat ke-8. Sebuah hal yang menurutnya sangat aneh lantaran Hery merasa sangat menguasai bidangnya. Apalagi, ia juga merupakan yang paling senior diantara para peserta lainnya baik dalam hal usia maupun pengalaman kerja.

“Tapi ternyata saya dinyatakan tidak lolos. Saya sebenarnya ndak masalah karena rejeki dari Allah pasti tidak akan tertukar. Hanya saya cuma pengen tahu standar penilaiannya itu bagaimana,” lanjut dia.

Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Agus Sumaryono mengungkapkan, tahapan rekrutmen THL sendiri masih terus berlangsung. Saat ini, BKPPD telah mengumumkan hasil tes Kompetensi Bidang yang dilaksanakan di masing-masing OPD.

“Untuk SKD, insyaAlloh direncanakan tgl 23 dan 24 Febduari 2022 dengan sistem CBT,” jelasnya.

Adapun nantinya dalam.pelaksanaan SKD akan bertempat di UPT Balai Diklat Pegawai dengan sistem dibagi per sesi. Sehingga tidak terjadi kerumunan dan lainnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler