Pemerintahan
Terkait Penutupan Pasar Hewan Sementara Waktu, Dewan Minta Pemkab Kaji Kebijakan dan Siapkan Opsi Lain
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah serius mencari solusi dengan maraknya hewan mati mendadak, dan munculnya ternak mati karena positif anthraks. Berbagai upaya dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul untuk memulihkan kesan bahwa hewan ternak asal Gunungkidul bebas anthraks dan berkualitas.
Baru-baru ini Pemkab Gunungkidul memperhitungkan langkah penutupan sementara pasar hewan ternak. Namun demikian, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul meminta upaya ini dikaji dengan matang mengingat dampak besar akan hadir ketika penutupan itu benar terjadi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, Heri Nugroho mengaku setuju dengan kebijakan ini. Tetapi ia meminta Pemkab juga menyiapkan solusi yang visioner agar tidak merusak perputaran hewan ternak di Kabupaten Gunungkidul.
“Penutupan dipastikan berdampak pada transaksi yang ada di pasar hewan harus ada solusi jika akan dilakukan penutupan sementara jangan sampai merusak roda perputaran ternak,” kata Heri, Sabtu (08/02/2020).
Saat ini, Heri menilai, adanya hewan ternak yang positif terpapar anthraks sudah merusak harga di pasar. Padahal, ternak bagi petani ialah salah satu investasi. Menurutnya, harus ada sejumlah hal yang perlu dipertimbangkan Pemkab Gunungkidul sebelum melakukan penutupan
“Misalnya apakah yang ditutup hanya beberapa lokasi atau semua,” imbuh Heri.
Ia menilai, jika penutupan pasar hewan akan dilaksanakan, masyarakat yang tidak terdampak anthraks dan penjual daging mentah maupun olahan juga akan merugi. Padahal seperti yang diketahui tidak semua wilayah Kabupaten Gunungkidul suspect anthraks.
“Harusnya dibagi per zona, bagi zona merah maka silakan pasar hewan ditutup, tapi bagi daerah yang non dampak antraks sebaiknya jangan. Toh petugas yang berkompeten sudah aktif memberikan vaksin ternak di pasar hewan, setiap pasaran,” papar dia.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Johan Eko Sudarto beberapa waktu yang lalu mengungkapkan, wacana penutupan pasar hewan ternak sementara baru sebatas kajian. Ia menutukan penutupan tersebut bertujuan untuk memotong mata rantai penyebaran antraks agar tidak berkembang lebih pesat.
“Saat ini sedang kita kaji dengan beberapa tim. Penutupan sementara itu untuk mengantisipasi peredaran daging yang tidak diinginkan,” kata dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized1 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized3 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized3 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
