fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Kapasitas TPAS Hanya Mampu Tampung 10% Produksi, Sampah Bisa Jadi Bom Waktu Permasalahan

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Sampah rumah tangga masih menjadi persoalan tersendiri untuk ditangani. Penambahan volume sampah rumah tangga memang beriringan dengan semakin banyaknya jumlah penduduk di suatu wilayah. Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul mencatat dari berdasarkan kajian yang dimiliki, setiap orang menghasilkan sampah setengah kilogram setiap harinya. Dengan penambahan yang cukup besar setiap harinya, kapasitas satu-satunya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) terus berkurang. TPAS Wukirsari memang disebut hanya mampu menampung 10% sampah setiap harinya.

Pengawas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani, menyampaikan, potensi sampah setiap hari yang dihasilkan rumah tangga di Gunungkidul mencapai sekitar 350 ton. Jumlah tersebut dikarenakan setiap orang menghasilkan setengah kilogram sampah setiap harinya. Menurutnya, pengelolaan serta penanganan sampah perlu melibatkan banyak pihak agar tidak menjadi bom waktu permasalahan ke depannya. Tak hanya pemerintah saja, namun peran masyarakat juga diperlukan untuk mengurangi sampah rumah tangga.

Berita Lainnya  Cegah Penerima Bantuan Salah Sasaran, Pemerintah Perpanjang Waktu Verifikasi

“Masyarakat kita dorong untuk membuat lembaga pengelolaan sampah, jadi mereka mengelola sampah secara berkelompok. Kemudian kami dari pemerintah juga melakukan upaya seperti pengangkutan ke TPA,” ucapnya saat ditemui, Selasa (23/02/2022).

Idealnya, penanganan sampah dapat dilakukan mulai dari tiap rumah tangga dengan memilah sampah sesuai karakteristiknya. Misalkan dipilih antara sampah organik yang dapat digunakan untuk kompos, pakan ayam, pakan maggot. Kemudian yang kertas ataupun plastik dapat dijual ke pemulung.

“Sehingga kalau itu tidak campur, kita bisa lebih memanfaatkan. Karena kalau sudah campur dan busuk semua kan akhirnya tidak bisa dimanfaatkan dan harus dibuang ke TPAS,” imbuhnya.

Tempat Pemrosesan Akhir sampah yang ada di Gunungkidul sendiri menurutnya tidak mampu untuk menampung sampah jika masyarakat tidak mengelolanya secara mandiri. TPA hanya mampu menampung 10% dari total sampah yang dihasilkan oleh masyarakat secara umumnya. Ia menambahkan, kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih rendah sehingga perlu adanya edukasi yang intens agar meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Kami juga menciptakan kader-kader lingkungan di beberapa wilayah yang sukarela untuk mengelola sampah dan mengedukasi masyarakat. Kalau di Gunungkidul sudah ada 170 bank sampah, itu baru sedikit dibandingkan jumlah padukuhan yang ada di Gunungkidul yang mencapai ribuan,” terangnya.

Sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 14 tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, penanganan sampah menjadi tanggungjawab semua pihak mulai dari pemerintah, masyarakat serta produsen. Pengelolaan sampah sendiri diharapkan agar terwujudnya lingkungan yang bersih dan sehat di semua kawasan, meningkatnya kualitas hidup, meningkatkan kesehatan masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Lainnya  Bawang Impor Masuk Pasaran Gunungkidul, Harga Bawang Putih Berangsur Stabil

“Generasi kita kan akan terus berlanjut ya, kemudian pemerintah itu kan membuat regulasi. Kalau hasilnya memang tidak bisa instan, perlu proses yang mungkin 10 tahun lagi kelihatan hasilnya,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler