Pemerintahan
Anggaran Minim, Dishub Gunungkidul Tak Mampu Pasang Lampu Penerangan Jalan Umum Hingga Tahun 2021
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Anggaram pemerintah Kabupaten Gunungkidul di tahun 2020 dan 2021 mendatang masih difokuskan untuk penanganan dan penanggulangan pandemi covid-19. Hal ini berdampak pada sejumlah program pemerintah yang terpaksa harus ditunda, termasuk salah satunya adalah tidak adanya program pengadaan dan pemasangan penerangan jalan umum.
Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum dan Perparkiran, Dinas Perhubungan Gunungkidul, Ely Siswanta mengatakan, adanya refocusing anggaran berdampak pada perubahan program-program yang telah direncanakan oleh organisasi perangkat daerah sebelumnya. Tahun ini misalnya, di bidang penerangan jalan umum sebenarnya ada program pemasangan penerangan jalan menggunakan anggaran dari APBD Gunungkidul namu urung dilakukan.
Kemudian untuk tahun 2021, pihaknya terpaksa tidak mengusulkan pengadaan pemasangan penerangan jalan umum (baru) karena pemerintah tidak memiliki anggaran.
“Tahu ini tidak ada pemasangan di ruas jalan kabupaten. Begitu pula dengan tahun 2021 mendatang kita tidak mengusulkan. Tapi kalau perbaikan kita masih tetap melakukan,” terang Ely Siswanta, Rabu (21/10/2020).
Diakuinya, untuk ruas jalan kabupaten yang tersebar di 18 kapanewon masih banyak yang belum tersentuh penerangan jalan umum atau disebut minim penerangan.

“Sebagian daerah memang masih sangat membutuhkan penerangan,” jelasnya.
Disinggung mengenai penerangan di ruas jalan provinsi dan nasional ia mengungkapkan bahwa untuk tahun ini masih ada pemasangan di sejumlah jalur utama. Pemasangan ini berdasarkan survei maupun usulan dari pemerintah dan pihak-pihak lainnya.
“Untuk tahu ini meski sempat terkendala pandemi tapi tetap berjalan. Sekarang sudah proses pembuatan lubang pondasi tiang penerangan,” imbuhnya.
Adapun titik-titik pemasangan ranah provinsi diantaranya 4 titik di Jalan Manthous Gildak, Playen; 4 titik di jalan Karangmojo-Semin, Kemenjing, Semin; 5 depan balai Kalurahan Kedungpoh, Nglipar; 5 Buyutan Gedangsari; dan 4 titik jalan Baron depan Puskesmas Karangrejek. Kemudian dari Kementerian, ruas jalan Semanu-Pracimantoro, Bedoyo sebanyak 40 titik dan ruas jalan Nasional Glidag-Wonosari, Jalur lingkar Utara Wonosari sebanyak 50 titik
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
