fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Daya Besar Listrik Tenaga Surya Kini Bisa Dimanfaatkan Untuk Industri

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)–Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan dalam penggunaan listrik dari PLN. Di berbagai daerah sendiri sudah mulai mengembangkan teknologi surya ini untuk memenuhi kebutuhan listrik dan untuk kebutuhan lainnya. Ada cukup banyak keuntungan dengan penggunaan teknologi ini. Selain lebih hemat, penggunaan tenaga surya juga lebih ramah lingkungan.

Kabupaten Gunungkidul sendiri saat ini dipilih oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama dengan Bank Indonesia (BI) sebagai lokasi percontohan pemanfaatan PLTS. Ke depan, pemanfaatan PLTS akan digenjot dengan berbagai program.

Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono mengatakan, Gunungkidul dipilih sebagai daerah pilot project atau percontohan program Penguatan Energi Ramah Lingkungan Berbasis Masyarakat Desa. Dalam pemanfaatannya, panel surya yang dipasang kemudian diubah menjadi energi listrik dan bisa dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan listrik rumah tangga dan lainnya.

Berita Lainnya  Baru Rampung Sudah Rusak, Perbaikan Jembatan Anyar Senilai 9 Miliar Diawasi Ketat

Salah satu perkantoran yang saat ini telah dipasang dengan fasilitas PLTS yang dikembangkan UGM sendiri ada di BMT Ummat Wonosari. Dari panel surya, bisa menghasilkan daya listrik sebesar 6000 watt. Saat ini, teknologi terbarukan dengan daya yang cukup besar itu bahkan telah dimanfaatkan untuk mengolah air baku menjadi air minum kemasan.

“Ini merupakan kegiatan pertama dalam pemanfaatan teknologi terbaru yang dirilis yaitu produksi air minum kemasan yang dikelola oleh Serikat Surya Handayani,” kata Panut Mulyono.

Selain untuk mengolah air baku menjadi air minum kemasan, listrik yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan untuk pengeboran air bawah tanah dan lainnya.

Adapun pengadaannya turut bekerjasama dengan program CSR (Corporate Social Responsibility) dari Bank Indonesia (BI).

Berita Lainnya  Rencana Subsidi Bantuan Minyak Goreng Rp 300.000, Siapa Saja Yang Dapat?

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Arief Hartawan berharap, program ini bisa berjalan secara berkesinambungan. Hal ini menjadi sangat penting untuk menggerakkan perekonomian para pelaku usaha di Gunungkidul dan lainnya.

“Ini bentuk kerjasama dari kami untuk membentuk ekosistem yang mendukung kemajuan daerah,” jelas Arief.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta berterimakasih atas CSR yang modern ini. Diharapkan pemanfaatan listrik dari tenaga surya dapat meringankan masyarakat dan menjadi sebuah inovasi yang luar biasa demi kemajuan daerah.

“Ini merupakan terobosan baru. Kita lihat dulu bagaimana perkembangannya, kemudian jika nantinya memungkinkan tentu bisa diperluas jangkauannya,” ujar dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler