Pemerintahan
Sempat Hancur Lebur Diterjang Pandemi, Dinas Fokus Kembali Geliatkan Sektor UMKM Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Lebih dari setahun pandemi covid19 terjadi, hampir seluruh sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Gunungkidul terdampak. Sejumlah pengusaha memilih untuk sementara beralih bahkan tak sedikit pula yang harus gulung tikar. Dari berbagai UMKM yang berkembang di Gunungkidul, sektor usaha kerajinan mendapatkan pukulan yang paling berat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul, Widagdo menuturkan, selama pandemi ini, pihaknya terus melakukan pendataan sekaligus monitoring terhadap perkembangan UMKM Gunungkidul khususnya selama pandemi. Langkah ini diambil agar ke depan, pemerintah bisa langsung melakukan langkah antisipasi lantaran hampir seluruh UMKM Gunungkidul ini terdampak akan pandemi covid19. Berdasarkan catatan dari Dinas, salah satu sektor UMKM yang sangat terdampak adalah usaha-usaha yang bergerak di bidang produksi kerajinan. Pesanan yang selama ini datang hampir berhenti secara total selama pandemi ini. Bahkan, kunjungan ke galeri ataupun tempat produksi pun juga sepi. Untuk mengantisipasi kerugian besar yang harus ditanggung oleh pengusaha, mereka terpaksa akhirnya memutuskan untuk berhenti berproduksi.
“Dampaknya luar biasa sekali. Sebagai contoh produksi topeng di Bobung Patuk dan perak di Pampang, itu mereka bahkan sama sekali tidak mendapatkan order dan kunjungan ke galeri juga sepi,” kata Widagdo, Senin (07/06/2021).
Selain sektor kerajinan, sektor UMKM fashion pun hingga saat ini juga ikut terdampak. Pesanan yang masuk sangatlah minim. Hal ini masih bertambah dengan liburnya anak sekolah sehingga pada saat awal masa tahun ajaran pesanan biasanya membludak, kali ini berkurang sangat banyak. Beruntung sejumlah pengusaha kemudian menemukan jalan untuk bertahan. Mereka beralih ke produksi pembuatan masker yang memang membutuhkan stok berlimpah saat masa pandemi seperti sekarang ini.
“Kalau sektor yang tidak terlalu terdampak adalah sektor makanan, karena memang kebutuhan pokok ya,” lanjut dia.
Dilanjutkannya, pasca setahun lebih ini lesu, pihaknya terus berupaya untuk menggeliatkan kembali sektor UMKM di Gunungkidul ini. Hal ini menjadi sangat penting mengingat di Gunungkidul sendiri tercatat sedikitnya ada 22.623 UMKM sehingga menyedot sangat banyak tenaga kerja. Sejumlah upaya ditempuh oleh pemerintah misalnya dengan program pendampingan maupun bantuan usaha. Disperindagkop sendiri mulai menggiatkan program-program yang berkaitan dengan pelatihan produksi, peningkatan modal kerja, memperluas segmen pemasaran hingga memanfaatkan teknologi digital.
“Sekarang pemasaran kita bantu secara online. Pelatihan olahan produk, membaca peluang dengan bergeliatnya pariwisata juga kembali dilakukan,” ungkap dia.
Seperti yang dilakukan saat ini, Dinas Koperasi dan UKM mengadakan pameran-pameran produk pelaku usaha di sejumlah obyek wisata. Dengan demikian diharapkan produk rumah tangga tersebut bisa lebih dikenal dan tetap eksis sekaligus juga menambah target pasar pelaku UMKM.
“Kita kerjasama dengan Pokdarwis, belum lama ini di Jonge kita adakan pameran dalam daerah, kemudian Watu Gendong Ngawen, dan ke depan di Gunung Punthuk Katongan dan pantai-pantai selatan juga akan jadi sasarannya,” jelas Widagdo.
“Selain pelatihan dan prndampingan kita juga ada kerjasama dengan bank yang memberikan bunga ringan untuk permodalan mereka,” tegas dia.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh, Plt Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop-UKM) Gunungkidul Esti Rukmi Pratiwi beberapa waktu lalu. Pihaknya menyebar petugas-petugas untuk rutin melakukan pendampingan kepada UMKM-UMKM Gunungkidul.
“Pendampingan dan pelatihan tetap diberikan. Kita juga berikan materi terkait dengan pembukuan yang tertib dan pemasaran secara online,” tutupnya.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
