Sosial
Antisipasi Kasus Bullying Terjadi di Sekolah-sekolah, Pemkab Gunungkidul Terjunkan Sejumlah Instansi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kecenderungan munculnya kasus bullying di sekolah-sekolah masih terus ditemukan berbagai wilayah. Untuk mengantisipasi hal semacam ini semakin merajalala dan bisa berdampak fatal bagi perkembangan anak-anak, pemerintah kabupaten Gunungkidul melalui beberapa dinas terkait berusaha semaksimal mungkin dalam menekan adanya kasus bullying terhadap anak sekolah. Pengawasan dari guru maupun membentuk kesadaran para siswa disebut menjadi sangat krusial dalam mengantisipasi terjadinya kasus bullying.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan oleh jajarannya dalam meminimalisir adanta kasus bullying yakni dengan mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak. Langkah ini dianggap jauh lebih optimal dalam mengantisipasi terjadinya bullying di lingkunan sekolah. Menurut Bahron, dengan pembentukan sekolah ramah anak, maka nantinya dampak yang dihasilkan bisa cukup banyak. Selain menekan angka bulyying, juga dalam rangka menciptakan sekolah yang nyaman dan aman bagi anak untuk mendapatkan pembelajaran akademik.
Jika di berbagai daerah banyak kasus bullying yang dialami oleh anak-anak khususnya saat berada di sekolah, menurut Bahron, untuk di Gunungkidul sendiri hingga saat ini belum pernah adanya pelaporan secara resmi dampak signifikan atas terjadinya bullying. Kendati demikian, tidak dipungkiri jika ada saja anak yang menjadi korban bullying oleh teman-teman mereka sendiri.
“Ada pastinya mereka yang dibully oleh teman-teman saat di sekolah atau beraktifitas lain. Kalau pelaporan secara resmi belum ada, mungkin bisa diselesaikan di lingkup sekolah masing-masing,” ucap Bahron Rosyid, Kamis (12/04/2019).
Bahron menekankan agar pihak sekolah untuk lebih peka kembali dalam menilai karakter dan kondisi peserta didiknya. Pasalnya dampak adanya kasus bullying ternyata cukuplah luas. Di sisi lain dapat berdampak pada tingkat kepercayaan diri seseorang. Bahkan di kota atau negara lain, korban bullying sampai melakukan hal-hal di luar nalar lantaran depresi yang dideritanya. Untuk itu, ia lebih meminta sekolah mampu mengenal sedikit demi sedikit karakter peserta didiknya.

“Ada hal yang sekiranya aneh bisa langsung ditindak lanjuti, biar tidak berlarut-larut dan berdampak luas. Agar tidak ada apa ya istilahnya tindakan di luar batas yang dapat terjadi, karena meski terkesan hal biasa tapi dampaknya luar biasa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, jika sekiranya terdapat kasus bullying di lingkup sekolah dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga mendengar kasus tersebut, Bahron tidak segan-segan akan menurunkan tim untuk menindak lanjuti. Sehingga diharapkan tidak berkepanjangan dan ada semacam evaluasi atau pembinaan bagi sekolah atau pelaku. Kemudian untuk korban jauh lebih dapat ditangani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Masyarakat dan Desa Gunungkidul, Sudjoko mengatakan jika jajarannya terus berupaya dalam memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan dan melontarkan perkataan. Pasalnya salah ucap sedikit saja bisa dapat berakibat fatal, terlebih jika telah mengarah pada bullying.
Pihaknya juga tengah gencar mensosialisasikan daerah ramah anak, langkah ini digunakan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat dan meminimalisir terjadinya bullying. Tidak dipungkiri, saat ini yang ramai diperbincangkan berkaitan dengan bullying dan kasus body shaming. Dari sinilah berakibat pada sejumlah ketidak cocokan seseorang atau hal-hal lainnya.
“Terus kami kampanyekan mengenai bahaya bullying sendiri. Jika memang sekiranya dampak yang sebabkan luas dan signifikan tentu kasus semacam ini bisa dilakukan pemrosesan lanjutan. Kalau dari kami hanya sekedar mengantisipasi dan memberikan pemahaman pada masyarakat mengenai dampak bahaya dan menghindarinya,” ujarnya.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized4 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
