Pemerintahan
Sempat Tersendat Akibat Habisnya Blangko, Pelayanan Permohonan e-KTP Telah Kembali Normal
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) sempat mengalami kehabisan blangko e-KTP selama beberapa waktu terakhir. Masyarakat yang telah melakukan perekaman e-KTP, belum bisa langsung mendapatkan e-KTPnya dan digantikan dengan Surat Keterangan (Suket). Namun saat ini, masalah tersebut telah teratasi setelah pihak dinas mendapatkan bantuan dari provinsi DIY sehingga pasokan blangko kembali normal.
“Kemarin sudah dapat tambahan dari provinsi DIY. Prinsipnya aliran blangko sudah lancar,” kata Markus Tri Munarja ketika dihubungi pidjar-com-525357.hostingersite.com, Senin (28/07/2019).
Sebelumnya, kata Markus, blangko e-KTP sendiri habis sejak bulan Mei lalu. Akibatnya, pelayanan sempat tersendat dan pihaknya hanya bisa memberikan Suket kepada masyarakat pemohon. Hingga bulan Agustus ini, Disdukcapil Gunungkidul telah mengeluarkan suket sebanyak 3.616 lembar.
“Blangko habis sendiri tidak hanya di Gunungkidul saja tetapi blangko e-KTP habis secara merata di kota maupun kabupaten di DIY,” ujarnya.
Adapun habisnya blangko tersebut berdampak pada kendala dalam pencetakan e-KTP. Alternatif pemberian Suket sebagai pengganti sementara yang dipilih menurutnya sudah pernah diterapkan saat pasokan blangko terhenti secara nasional beberapa tahun silam. Ia memaparkan, setelah pasokan lancar, saat ini masyarakat bisa menukarkan suket tersebut dengan e-KTP.

“Sesuai batas waktu suket yang sudah terbit sebelumnya, karena suket dan KTP el kedudukan fungsinya sama sehingga ada manfaatnya sama bagi masyarakat,” terang Markus.
Pihaknya berharap masyarakat selalu menjaga keberadaan e-KTP yang telah dimiliki. Pasalnya, e-KTP sendiri berlaku seumur hidup, selain itu, e-KTP juga merupakan dokumen kependudukan yang cukup penting.
“Karena prinsip KTP el seumur hidup, kita berharap agar masyarakat juga turut menjaga dokumennya agar tidak hilang atau rusak karena pemakaian. Agar semua warga bahagia dengan saling turut berpartisipasi dalam #GISA. Sehingga sadar partisipasi untk mebangun ekosistem adminduk yang membahagiakan semua,” harap Markus.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan, Disdukapil Gunungkidul, Anton Wibowo memaparkan, perekaman e-KTP di Gunungkidul sendiri sudah mencapai lebih dari 98 persen. Dirinya menjelaskan, dari data Disdukcapil, masyarakat yang wajib melakukan perekaman e-KTP di Gunungkidul sebanyak 599.789. Sedangkan yang telah melakukan perekaman e-KTP doi Gunungkidul sebanyak 597.490.
“Proses akan terus berjalan dan layanan perekaman terus tersedia untuk masyarakat. Kami terus melakukan jemput bola ke masyarakat. Terakhir, kami jemput bola di Kecamatan Gedangsari,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized4 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized4 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
