Pemerintahan
Antisipasi Masuknya Virus Corona, Pemerintah Siagakan Tenaga Medis dan Siapkan 2 RS Rujukan






Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Wabah virus corona yang terjadi di Wuhan dan sejumlah kota besar di China menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sejumlah negara. Pasalnya penyakit mematikan ini bisa dengan mudah tersebar. Saat ini, virus corona telah dinyatakan menyebar di sejumlah negara.
Di Indonesia sendiri, belum ada laporan secara resmi mengenai orang yang terjangkit virus yang telah mematikan ratusan orang ini. Namun demikian, persiapan telah dilakukan oleh pemerintah pusat hingga pemerintah daerah guna mengantisipasi kemungkinan terburuk virus ini masuk ke Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunuungkidul mengungkapkan pihaknya tetap waspada terkait dengan penyebaran virus corona. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan sejumlah lini dalam menyikapi jika virus ini sampai ke wilayah DIY khususnya wilayah Gunungkidul. Saat ini, ada dua rumah sakit yang disiapkan sebagai rujukan manakala ada pasien yang mengalami gejala mirip dengan virus Corona. Kedua rumah sakit itu sendiri tak satupun yang berada di Gunungkidul.
“Dua rumah sakit yang disiapkan untuk rujukan pasien suspect Corona adalah RS Sardjito dan RS Panembahan Senopati,” terang Dewi.
Dua rumah sakit ini lah yang nantinya siap melakukan penanganan jika di DIY atau dari Gunungkidul ada keluhan pasien layaknya terserang virus corona. Koordinasi lintas sektoral maupun daerah pun telah dilakukan sebagai langkah antisipasi.







“Peningkatan kewaspadaan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan sudah ada SOP penangannya,” kata Dewi Irawaty, Kamis (30/01/2020).
Lebih lanjut ia mengatakan, sementara ini memang belum ada laporan mengenai sebaran virus ini di Indonesia. Kendati demikian, diharapkan masyarakat jauh lebih waspada dan meningkatkan pola hidup sehat. Misalnya membiasakan sebelum melakukan dan sesudah melakukan kegiatan untuk mencuci tangan dengan sabun dan sesuai tahapan serta segera berobat jika ada keluhan.
Kemudian membiasakan diri untuk rajin dalam membersihkan lingkungan sekitar. Mengingat disinyalir virus ini di China menyebar melalui hewan-hewan seperti tikus, kelelawar dan jenis lainnya. Menurutnya, kemungkinan di wilayah ini terjangkit virus corona cukup kecil, namun demikian, antisipasi ini sebagai bentuk kesiapsiagaan tenaga medis.
Virus ini sendiri pada umumnya akan mudah menjangkit tubuh yang sedang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Untuk gejalanya sendiri mirip dnegan flu seperti deman tinggi, sesak nafas yang semakin lama semakin berat dan ada batuk.
“Resiko tertinggi atau yang paling perlu disoroti adalah jika seseorang baru saja berkunjung atau pernah ke China,” tutupnya.
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Bupati Endah Harapkan Tradisi Urbanisasi Mulai Berkurang
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Akhirnya Gunungkidul Akan Kembali Punya Bioskop
-
film2 minggu yang lalu
Diputar Bertepatan Momen Lebaran, Film Komang Ajak Rayakan Perbedaan
-
bisnis3 minggu yang lalu
Hadirkan Zona Baru, Suraloka Interactive Zoo Siap Berikan Pengalaman Interaktif dan Edukatif
-
Uncategorized4 minggu yang lalu
Milad ke 12, Sekolah Swasta Ini Telah Raih Ribuan Prestasi
-
bisnis4 minggu yang lalu
Sambut Lebaran 2025, KAI Bandara Beri Diskon Tiket dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
-
Sosial1 minggu yang lalu
Komitmen HIPMI Gunungkidul Jaga Kebersamaan dan Dukung Kemajuan Investasi Daerah
-
Peristiwa2 minggu yang lalu
Kebakaran di Rongkop, Bangunan Rumah Hingga Motor Hangus Terbakar
-
Peristiwa4 minggu yang lalu
Jelang Lebaran, Polisi Himbau Warga Waspadai Peredaran Uang Palsu
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Pemeriksaan Selesai, Bupati Segera Jatuhkan Sanski Terhadap 2 ASN yang Berselingkuh
-
bisnis4 minggu yang lalu
Catat Kinerja Positif di Tahun 2024, WOM Finance Berhasil Tingkatkan Aset 4,68 Persen
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu
Puluhan Sapi di Gunungkidul Mati Diduga Karena Antraks