fbpx
Connect with us

Peristiwa

Antisipasi Pohon Tumbang, BPBD Lakukan Penebangan Pohon di Pintu Masuk Gunungkidul

Published

on

Patuk,(pidjar.com)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul, Selasa (02/02/2021) pagi melaksanakan penebangan sejumlah pohon di sepanjang Jalan Jogja-Wonosari. Penebangan pohon ini sebagai langkah antisipatif agar nantinya tidak ada pohon tumbang ketika arus Jalan Jogja-Wonosari tengah padat.

Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, sepanjang Jalan Jogja Wonosari terdapat ratusan pohon yang sudah dalam kondisi rimbun dan lapuk. Namun, pada penebangan kali ini, BPBD fokus di jalan yang berada di Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk tepatnya di sekitar Masjid Ngembes.

“Sementara yang jadi prioritas kami di pintu masuk Gunungkidul sekitar masjid itu,” jelas Edy, Selasa siang.

Edy mengatakan, cuaca ekstrem akan terjadi di Bumi Handayani hingga akhir Februari ini. Ia meminta masyarakat selalu waspada dengan melakukan penebangan secara mandiri. Apabila dirasa tak bisa melakukan penebangan secara mandiri, Edy meminta masyarakat koorpertif untuk melaporkan ke kalurahan.

“Kalurahan kami persilakan untuk meminta bantuan pemotongan pohon di lokasi rawan pohon tumbang sebagai antisipasi,” papar Edy.

Untuk menghadapi permasalahan bencana akibat cuaca, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pemetaan titik kerawanan. Di wilayah Kapanewon Gedangsari, Patuk, Nglipar, Semin dan Ngawen menjadi titik rawan longsor dan pohon tumbang. Sedangkan di wilayah selatan sendiri banjir masih menjadi bencana yang dimungkinkan terjadi.

“Saat ini kami intens melakukan penguatan kapasitas masyatakat melalui FPRB di kalurahan, kita juga mengoptimalkan kewaspadaan dan kesiapan,” jelas Edy.

Di samping itu pada tahun 2021 ini, dikatakan Edy anggaran BPBD termasuk didalamnya regu pemadam kebakaran mendapatkan alokasi Rp. 3 Milyar. Sementara untuk pemulihan dampak bencana pihaknya mendapatkan plot anggaran Rp. 100juta, pihaknya masih mengedepankan bantuan logistik bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

“Kemudian untuk kekeringan sekitar Rp. 700juta, sisanya untuk kegiayan pembentukan desa tangguh dan honor THL,” tandas Edy.

 

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler