fbpx
Connect with us

Sosial

Atlet Muda Mulai Unjuk Gigi, Pengurus Tenis Meja Gunungkidul Makin Bersemangat Bikin Turnamen

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Geliat olahraga tenis meja di Gunungkidul mulai terasa. Saat ini, cabang olahraga tenis meja memang bukan merupakan olahraga populer di kalangan masyarakat Gunungkidul. Tenis meja masih jauh tertinggal dari segi popularitas jika dibandingkan dengan olahraga sepakbola maupun voli misalnya.

Kebangkitan tenis meja sendiri bisa terlihat dari melubernya jumlah peserta dalam event Kejuaraan Tenis Meja Bupati Cup yang digelar oleh Pengda Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Gunungkidul. Dalam turnamen yang dihelat pada Minggu (26/08/2018) kemarin di Balai Desa Kepek, Kecamatan Wonosari tersebut, total ada sejumlah 135 atlet baik dari level yunior hingga senior yang turut serta.

Ketua PTMSI Gunungkidul, Slamet SPd, MM mengatakan, ia sangat mengapresiasi antusiasme para atlet tenis meja untuk berkompetisi dalam gelaran ini. Yang membuatnya bahagia, event ini cukup banyak diikuti oleh para atlet junior yang berlaga di kelas pelajar baik SD, SMP, hingga SMA.

Ia beberkan lebih lanjut, untuk tingkat SD, total ada 20 orang peserta yang terdiri dari 12 atlet putra dan 8 atlet putrid. Sementara di tingkat SMP, ada 18 atlet putra dan 10 atlet putri. Di tingkat SMA, total peserta mencapai 28 orang yang terbagi dari 19 atlet putra dan 9 atlet putri.

“Peserta terbanyak memang masih di tingkat umum di mana ada 49 atlet putra dan 9 atlet putri,” ungkap Slamet, Senin (27/08/2018) siang.

Cukup banyaknya atlet junior dari kalangan pelajar ini sekaligus juga membuktikan bahwa cabang olahraga tenismeja sudah semakin dikenal hingga tingkat terbawah. Hal ini sudah sesuai dengan target yang ia canangkan yaitu untuk mengkampanyekan olahraga ini di kalangan masyarakat Gunungkidul.

Berita Lainnya  Ironi Jalan Perbatasan di Kawasan Timur Yang Seperti Kali Asat, Ini Janji Pemerintah Kabupaten

Menurut Slamet, dengan semakin dikenal oleh masyarakat, maka aka nada semakin banyak bibit-bibit atlet muda potensial dari Gunungkidul yang bisa digarap. Ke depan untuk memuluskan program ini, ia mengakui bahwa memang sangat penting untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah.

“Saya yakin kalau sarana olahraga tenis meja bisa menjangkau seluruh sekolah-sekolah, akan semakin banyak pula atlet muda di Gunungkidul,” lanjut dia.

Sementara untuk hasil turnamen pada Minggu kemarin, Slamet memaparkan bahwa untuk kemampuan para atlet masih dalam kategori merata. Artinya, bibit atlet tenis meja sudah menyebar di seluruh Kabupaten Gunungkidul. Ia mengakui bahwa memang untuk beberapa daerah yang telah memiliki klub tenis meja yang eksis, secara prestasi memang lebih unggul. Namun dengan pembinaan secara menyeluruh, maka akan didapat atlet yang benar-benar siap dan mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang dan bahkan jika memungkinkan sampai ke level internasional

Ia beberkan lebih lanjut, untuk kelas SD putra, juara 1 diraih oleh Ahmad Fauzi dari Kecamatan Ponjong sedangkan Imrotu Sholikhah dari Kecamatan Nglipar menjadi jawara di kelas putri. Di tingkat SMP, juara 1 untuk putra berhasil diraih oleh Naufal dari Kecamatan Panggang sementara di nomor putri direbut oleh Tata dari Kecamatan Ngawen. Untuk kelas SMA putra, juara 1 direbut oleh Rustajidin dari Kecamatan Wonosari, dan di nomor putri, Muhtiul Karimah dari Kecamatan Playen berhasil meraih juara pertama. Untuk nomor paling bergengsi, gelar juara di nomor putra secara berturut-turut diraih oleh Taufiq dari Kecamatan Wonosari, Budi Susilo dari Kecamatan Wonosari, Andi juga dari Kecamatan Wonosari dan terakhir adalah Rakse dari Kecamatan Semanu. Untuk nomor putri, gelar juara secara berturut-turut diraih oleh Akmel dan Meti, keduanya dari Kecamatan Ngawen, disusul kemudian Nuning dari Kecamatan Wonosari dan Dimi dari Kecamatan Semanu.

Berita Lainnya  Macet di Pusat Kota Wonosari, Polisi Tutup Pertigaan Amigo

“Untuk juara umum diraih Kecamatan Ngawen,” imbuh dia.

Potensi tenis meja untuk menjadi populer di kalangan masyarakat disebut Slamet sangat besar. Hal ini dikarenakan olahraga tenis meja merupakan olahraga yang murah dan mudah untuk dilakukan siapa saja. Peran pemerintah sangat diharapkan agar kemudian mampu berkontribusi secara langsung.

Ke depan, pihaknya berupaya melakukan kegiatan tournament secara teratur. Termasuk mengikuti berbagai event seperti Pekan olahraga kabupaten (Porkab), Pekan Olahraga Daerah (Porda), dan berbagai tournament lainnya.

“Ini sebagai awalan saja, ke depan kami akan lebih giat dalam mengembangkan olahraga ini sehingga bisa mendapatkan bibit atlet terbaik,” tandas dia.

Sementara itu, Sekretaris Disdikpora, Gunungkidul, Sulistiyono mengaku mendukung penuh dengan kegiatan yang dilaksanakan Pengurus tingkat kabupaten PTMSI Gunungkidul. Sulistiyono juga berharap event tersebut dapat secara rutin digelar dan dapat meningkatkan kualitas atlet atau peningkatan prestasi olahraga khususnya tenis meja di Gunungkidul.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler