fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Banyak Pihak Kecewa Pembangunan Sirkuit Pacarejo Batal, Pemkab Berencana Bangun di Kompleks Stadion Gelora Handayani

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari, (pidjar.com)–Pembangunan sirkuit di Desa Pacarejo Kabupaten Gunungkidul yang diwacanakan sejak 2017 lalu sejak beberapa waktu lalu resmi dibatalkan. Bahkan, lahan seluas 4,6 hektare yang telah dibebaskan untuk pembangunan sirkuit bertaraf nasional tersebut kemudian akhirnya dihibahkan kepada UNY untuk pembangunan gedung perkuliahan. Adapun kebijakan hibah lahan ini sendiri telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Gunungkidul sejak beberapa waktu yang lalu.

Keputusan pemerintah ini banyak disayangkan oleh sejumlah pihak. Salah satunya adalah dari kalangan Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY. Ketua IMI DIY, Eka Sulistyana mengungkapkan, batalnya pembangunan sirkuit di Gunungkidul ini membuatnya kecewa. Menurutnya, banyak pembalap muda di Kabupaten Gunungkidul yang cukup potensial di kancah nasional maupun internasional akan kesulitan mengasah kemampuannya.

“Banyak pembalap potensial kita seperti Yoga Adi Pratama, Sigit PD maupun Sudarmono dan yang lainnya itu sudah terlihat prestasinya. Nelum lagi junior-juniornya yang sudah melalang buana di kompetisi tingkat nasional,” tutur Eka Sulistyana kepada pidjar.com, Kamis (01/08/2019).

Eka mengatakan, sebenarnya pada tahun 2018 lalu pihaknya sempat menawarkan kepada Pemkab Gunungkidul melalui sejumlah media massa untuk menyiapkan tim teknis dalam pembangunan sirkuit ini tanpa biaya. Kala itu, pihaknya sangat mengapresiasi wacana Pemkab Gunungkidul lantaran di DIY sendiri belum ada sirkuit yang secara khusus diperuntukkan untuk para pembalap.

“Konsep yang kami tawarkan nantinya sirkuit multifungsi yang bisa digunakan untuk kejuaraan nasional,” imbuhnya.

Dengan lahan yang ada yakni seluas 4,6 hektare, Sulis menilai akan sangat mampu mengakomodir pembangunan sirkuit roda dua maupun roda empat. Ia akan memberi rujukan kepada Pemkab Gunungkidul bahwa membuat sirkuit yang memadai tak harus menggunakan biaya mahal.

Berita Lainnya  Gunungkidul Expo Resmi Dibuka Bupati, Stand Milik Para Penyandang Disabilitas Sukses Tarik Perhatian

“Aspalnya biasa seperti di jalan, konstruksi di bawahnya menyesuaikan kontur tanah di Kabupaten Gunungkidul yang cukup labil maka perlu adanya pengecoran terlebih dahulu,” jelas Sulis.

Sehingga ia berharap kepada Pemkab Gunungkidul, apabila Pacarejo tidak jadi dibangun sirkuit nantinya akan diganti di lahan yang lain. Hal tersebut karena banyaknya potensi pembalap muda di Kabupaten Gunungkidul yang bisa mengangkat nama daerah kedepannya.

“Sementara ini para pembalap harus latihan di Pasar Hewan Siyono, itupun tidak sesuai standar,” bebernya.

Di sisi lain, mantan Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul Suharno yang kala itu mendorong pengadaan lahan di Pacarejo untuk sirkuit bercerita, pada tahun 2017 pihaknya sudah memprogram bersama pemerintah daerah. Adapun landasan dari pengadaan tanah tersebut ialah adanya potensi pembalap asal Kabupaten Gunungkidul yang bisa mengharumkan nama daerah karena prestasinya.

“Sudah sepantasnya mereka mendapatkan reward. Saat itu kami anggarkan Rp 6,541 Miliar dan perencanaannya pun untuk sirkuit,” kata Suharno beberapa waktu yang lalu.

Ia sedikit menyayangkan karena tanah yang dianggarkan untuk sirkuit secara tiba-tiba dihibahkan untuk UNY. Meskipun pendidikan sangat penting, Suharno berpendapat nantinya yang dapat menempuh pendidikan di UNY bukan masyarakat Gunungkidul.

Berita Lainnya  Merananya Hidup Mbah Senen, Tidur Hanya Beralaskan Kayu, Sekedar Piring atau Gelas pun Tak Punya

“UNY kan mahasiswanya bisa kuliah melalui tahapan seleksi, bukan sistem zonasi,” ujarnya.

Menurutnya jika dibangun sirkuit pun ekonomi masyarakat dari seluruh kelas ekonomi sekitar akan terangkat. Berbeda dengan keberadaan universitas karena hanya bisa mengangkat ekonomi para pemilik modal.

“Kalau dibangun sirkuit tiap hari ada latihan masyarakat kecil bisa berjualan di sekitar, belum jika ada kejuaraan nasional. Kalau dibangun kampus benar ada peluang bikin kos-kosan lalu siapa yang bisa bangun? Si kaya kan? Berapa persen untuk PAD dari kos?” bebernya.

Terpisah Kepala Bidang Fisik Prasarana Bappeda Kabupaten Gunungkidul, Bambang Riyanto menambahkan, menjelang Porda yang akan diselenggarakan Kabupaten Gunungkidul tahun 2023, pihaknya akan membangun sport center di sekitar Stadion Handayani, Jeruksari, Kecamatan Wonosari. Di lokasi tersebut, Pemkab akan memprioritaskan pembangunan sirkuit.

“Venue-venue berbagai cabang olahraga akan kami jadikan satu, kami akan akomodir cabor yang paling banyak berprestasi dan akan kami bangunkan venue,” tandasnya.

Ia menjelaskan, lahan di Desa Pacarejo yang diwacanakan untuk sirkuit belum memiliki dokumen perencanaan. Sehingga sah-sah saja apabila dihibahkan untuk bidang pendidikan.

“Pendidikan sangat penting terutama untuk mengangkat Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Gunungkidul yang masih di posisi bontot apabila dibanding Kabupaten kota lainnya, kebetulan UNY menawarkan,” pungkasnya.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan
Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler