Pemerintahan
Bakal Dipasang Kabel Fiber Optik, Internet di Balai Kalurahan Bakal Lebih Cepat
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Seluruh Kantor Pemerintah Kalurahan di Gunungkidul direncanakan tersambung jaringan internet kabel fiber optik pada tahun 2025 mendatang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Setiyo Hartato, mengatakan stabilnya jaringan internet di pemerintah kalurahan merupakan salah satu hal yang penting untuk menunjang pelayanan terhadap masyarakat. Terlebih saat ini pengurusan berkas ataupun dokumen dilakukan secara online yang mana membutuhkan jaringan internet. Saat ini pihaknya tengah melakukan survei di 380 titik jaringan layanan yang nantinya akan terpasang jaringan internet kabel optik.
“Masih kurang survei 144 titik, itu bukan titik kalurahan tapi titik layanan utama. Dibawahnya masih ada sekitar 1.100 titik koneksi. Kami estimasikan sekitar 40 hari survei sudah selesai,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Setiyo Hartato, Rabu (04/10/2023).
Disebutnya survei dilakukan sebagai bentuk pra kondisi sebelum program dijalankan, rencananya program tersebut akan dimulai tahun 2024 mendatang yang bersumber dari dana keistimewaan. Diharapkan adanya jaringan internet yang merata di setiap kalurahan dapat menjawab permasalahan terkait koneksi internet yang selama ini muncul.
“Jadi di awal tahun sudah tahu titik mana saja yang sudah siap dipasang fiber optik ketika dananya sudah turun, nantinya penganggarannya bisa disokong oleh APBD dan Dana Keistimewaan,” sambungnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho, menambahkan secara keseluruhan pemerintah kalurahan saat ini sudah tersambung dengan bandwitch dalam akses jaringan internet. Untuk memastikan kestabilan dan kecepatan jaringan internet, menurutnya diperlukan tersambungnya seluruh kantor kalurahan menggunakan jaringan kabel optik. Program tersebut diharapkan bisa mendukung jalannya pemerintahan dan layanan publik bagi masyarakat.
“Kabel fiber optik kan lebih stabil, kualitasnya lebih baik dan kualitasnya lebih besar. Itu juga sesuai dengan visi misi Gubernur DIY,” terangnya.
Program tersebut disambut baik oleh Paguyuban Lurah Semar Gunungkidul. Ketua Paguyuban Lurah Semar, Suhadi, mengatakan masih banyak kalurahan yang belum terpenuhi jaringan internetnya dengan baik. Isu digitalisasi kalurahan sendiri menurutnya sebuah kebutuhan sehingga harus selalu diupayakan untuk mewujudkannya. Menurutnya, ketika program tersebut terlaksana maka akan menunjang proses kinerja sistem pemerintah di kalurahan.
“Sebagian kalurahan masih belum stabil jaringan internetnya. Sehingga rencana ini akan sangat bermanfaat bagi kebutuhan sinyal di kalurahan,” pungkasnya.
-
Uncategorized1 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized2 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya6 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized6 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial1 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized1 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized7 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized1 hari yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
