Pemerintahan
Songsong Revolusi Industri 4.0, Pemkab Gunungkidul Mulai Persiapkan Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjawab tantangan di era digitalisasi atau revolusi industri 4.0, pemerintah pusat berencana melakukan pengoptimalan program di mana digitalisasi akan menjadi fokus utama. Berbagai program pemerintahan dengan basis elektronik telah dipersiapkan. Salah satunya adalah Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Program ini akan diterapkan sebagai upaya pemajuan daerah dalam hal teknologi serta efisiensi anggaran.
Beberapa waktu lalu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengatakan jika SPBE ini akan dioptimalkan mulai tahun 2020 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai persiapan revolusi industri 4.0 yang saat ini tengah terjadi. Sumber daya manusia juga akan dilakukan perbaikan agar nantinya dapat sejalan dengan program-program teknologi informasi yang semakin canggih.
Adapun tujuan dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ini ialah mempercepat penerapan aplikasi umum yang digunakan oleh para pegawai. Sehingga nantinya segala aktifitas atau pelaporan kegiatan, program dan tingkat kinerja dapat terhubung dengan pemerintah pusat. Sebenarnya sebelum digagas program ini, telah terdapat beberapa daerah yang menerapkan sistem serupa, meski memang ada beberapa kekurangan.
Penerapan skema semacam disebut akan membuat jalannya pemerintahan dapat lebih efisien, akuntabel, efektif, dan transparan. Di sisi lain juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat pada umumnya. Kemudian juga dapat menekan terjadinya tindak penyimpangan baik korupsi atau hal lain yang sekiranya dapat merugikan masyarakat dan negara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Gunungkidul, Kelik Yunianto mengatakan, meski belum ada koordinasi lanjutan mengenai program tersebut, untuk di Kabupaten Gunungkidul telah siap menjalankan SPBE. Infrastruktur, sarana lain dan sumber daya manusia telah dipersiapkan sejak sekarang. Segala sistem informasi sejak dini dioptimalkan di seluruh OPD. Jajarannya yakin jika nantinya penerapan sistem ini mampu merubah pola kinerja dan pelayanan pada masyarakat.

“Semua sekarang wajib mengaktifkan web masing-masing. Rencananya jika telah siap akan dilakukan launching e-office sebagai penunjang diterapkannya SPBE dan program digital lainnya,” kata Kelik, Senin (18/03/2019).
Lebih lanjut Kelik mengatakan, jika Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ini merupakan pondasi yang kokoh dalam menuju kawasan smart city. Terlebih Pemkab Gunungkidul tengah menuju ke titik tersebut sehingga alur program ini tentunya dapat berkesinambungan. Ia menginginkan masyarakat dan para pegawai untuk dapat lebih melek teknologi, sehingga di era elektronik ini tidak ada lagi ketertinggalan.
“Integrasi dalam pelayanan yang berkesinambungan. Harus siap betul dalam penerapannya, maka dari itu persiapan dini harus dilakukan. Mulai dari sarana dan tenaga pengoperasiannya,” ucapnya.
Inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik ini akan menjadi keunggulan Gunungkidul. Pasalnya waktu lalu, Gunungkidul juga lolos menjadi daerah penerapan 100 smart city. Jika nantinya program ini berjalan dengan mulus tentu dampak perubahan akan semakin luar biasa. Segala sesuatunya dapat dipermudah, pengetahuan dan wawasan masyarakat pun juga akan semakin luas kembali.
“Ini menjadi salah satu unggulan yang bebar-benar kami genjot bersama pimpinan dan OPD lain. Menurut kami ini menjadi sebuah kesempatan emas untuk lebih maju satu tingkat,” tambahnya.
Sementara itu Bupati Gunungkidul, Badingah mengapresiasi kinerja para OPD sehingga smart city di Gunungkidul dapat lolos penilaian dalam program gerakan menuju 100 smart city. Ia berharap ke depan inovasi terus dilakukan untuk menciptakan trobosan dalam perkembangan zaman yang berbasis internet seperti saat ini.
“Saya apresiasi kepada semua OPD yang sudah mau bekerjasama untuk mewujudkan smart city di Gunungkidul. Selain untuk memotong waktu saat administrasi smart city di Gunungkidul juga segera dikembangkan dalam bidang pariwisata sehingga dapat mewujudkan sebagai destinasi wisata yang terkemuka dan berbudaya,” tutupnya.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Uncategorized4 hari yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized3 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
